Lamongan (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondon Lamongan, Sabtu (2/9/2023). Sekolah pengetahuan cuaca ini mengangkat tema “Mewujudkan Nelayan dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Info Cuaca.”
Acara ini diikuti oleh 100 peserta, termasuk nelayan tangkap, ketua kelompok rukun nelayan, dan penyuluh perikanan. Mereka diberikan pelatihan untuk membaca informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG Tanjung Perak, yang akan membantu merencanakan kegiatan melaut.
Sekretaris Utama BMKG, Ir. Dwi Budi Sutrisno, M.Sc, menjelaskan bahwa SLCN adalah kegiatan yang sangat diprioritaskan oleh BMKG karena memberikan dampak positif bagi masyarakat nelayan.
“Mereka (nelayan) akan menggunakan teknologi untuk meningkatkan keselamatan dan produksi tangkapan ikan dengan memanfaatkan informasi tentang cuaca dan potensi penangkapan ikan dari informasi Meteorologi Maritim BMKG,” ujar Dwi.
BACA JUGA:
Edarkan Ribuan Pil Koplo di Gresik, Warga Lamongan Dibui
Sementara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono, SH, MM, yang mewakili Bupati Lamongan, mengucapkan terima kasih kepada BMKG atas perhatian mereka terhadap nelayan Lamongan.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dan mendukung kesejahteraan khususnya nelayan Lamongan.
BACA JUGA:
Edarkan Ribuan Pil Koplo di Gresik, Warga Lamongan Dibui
Acara SLCN ini berlangsung sepanjang hari dengan antusiasme peserta yang berasal dari berbagai desa dan kelompok rukun nelayan di Kabupaten Lamongan. Mereka diajarkan cara mengakses dan membaca informasi cuaca maritim dari BMKG, termasuk produk INAWIS BMKG dan OFS BMKG yang menyediakan informasi lengkap tentang cuaca maritim, seperti prakiraan ketinggian gelombang, arah dan kecepatan angin, arah dan kecepatan arus laut, kondisi awan, daerah potensi tangkapan ikan, dan lainnya. [beq]






