Mojokerto (beritajatim.com) – Menuju Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memberikan pembekalan bagi para Sumber Daya Manusia (SDM) baru pada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sebanyak 45 peserta diberikan pembekalan berupa Inkubasi Wirausaha Batik Tulis dan Batik Cat.
Acara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukmperindag) tersebut digelar di Gedung Low Material Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Senin (13/10/2021). Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi oleh Kepala Diskoukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya secara langsung memberikan pembekalan.
“Pelatihan, pembekalan, pendamping dan permodalan merupakan upaya pemerintah daerah dalam membangkitkan perekonomian masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Melalui Inkubasi Wirausaha Batik Tulis dan Batik Cat, diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat pada bidang wirausaha,” ungkapnya, Senin (13/9/2021).
Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), hasil dari pembekalan yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui Diskoukmperindag tersebut diharapkan bisa mendorong daya saing masyarakat Kota Mojokerto menuju Kota Pariwisata kedepannya. Selain batik tulis dan cap, para peserta juga dibekali pembuatan kue, cemilan, aksesoris dan masih banyak lainnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-mojokerto”]
“Meskipun masih pandemi, tidak boleh menyurutkan semangat kita semua. Bahwa pandemi harus kita urusi juga masyarakat yang terpapar Covid-19 tapi di sisi berbeda, tugas kita selalu pemerintah adalah bagaimana menggerakkan ekonomi di daerah. Jadi meskipun pandemi, perekonomian harus berjalan, perekonomian harus kembali tumbuh,” katanya.
Setelah mengalami keterpurukan di tahun 2020 lalu dan di awal 2021.Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini berharap, ekonomi tumbuh, tidak lagi terpuruk. Pertumbuhan ekonomi nasional didukung dari pertumbuhan ekonomi di daerah. Sehingga salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Mojokerto yakni melakukan Inkubasi Wirausaha Batik Tulis dan Batik Cat.
Sementara itu, Kepala Diskoukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya Pemkot Mojokerto untuk memulihkan upaya perekonomian dari dampak Covid-19. “Kegiatan ini, untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Mojokerto melalui pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
“Dari 45 peserta ini, sebanyak 15 peserta dari Kelurahan Surodinawan, sisanya dari beberapa kelurahan terdiri masing-masing 15 peserta. Ada empat orang, dari 45 peserta adalah bapak-bapak. Selain diberikan materi dasar batik tulis, peserta juga diberikan pengenalan batik cat dengan kombinasi colek dan lain sebagainya,” jelasnya.
Selama ini, Pemkot Mojokerto terus memberikan pelatihan, pembekalan, pendamping dan permodalan bagi masyarakat. Tahun ini, ada sedikitnya 4.300 wirausaha baru yang mengikuti berbagai pelatihan pada sektor UMKM. para peserta juga dibekali pembuatan kue, cemilan, aksesoris dan masih banyak lainnya. [tin/ted]








