Lamongan (beritajatim.com) – Insentif bagi vaksinator di Kabupaten Lamongan telah ditunaikan. Diketahui, vaksinator yang telah menerima insentif tersebut berjumlah 350 orang. Pembayaran insentif tersebut tercatat untuk bulan Mei dan Juni 2021.
Di sisi lain, berdasarkan data per tanggal 11 September 2021, Insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19 di Kabupaten Lamongan pada saat ini masih dalam proses pengajuan ke bagian keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan.
“Untuk insentif vaksinator yang sudah cair sebesar Rp 350 juta. Sedangkan insentif bagi nakes Covid-19, sedang proses pengajuan ke bagian keuangan Dinkes dengan jumlah sebesar Rp 230 juta, yang mana hal itu masih proses tanda tangan dokumen untuk pengajuan ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah),” ungkap Kasi SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) Dinkes Lamongan, Siti Nurkasanah SKM MKes, Minggu (12/9/2021).
Lebih lanjut, Nurkasanah juga menyebutkan, bahwa jumlah vaksinator yang mendapatkan insentif tersebut sebanyak 350 individu dari 33 puskesmas yang ada. Masing-masing individu tersebut mendapat insentif sebesar Rp 500 ribu per bulannya. “350 orang dikalikan Rp 500 ribu hasilnya Rp 175 juta, lalu dikali 2 (bulan Mei dan Juni) maka totalnya Rp 350 juta,” tandasnya.
Untuk nakes Covid-19 di Lamongan yang mendapat insentif, Nurkasanah mengatakan, jumlahnya ada 46 orang, yang mana masing-masing dari mereka akan mendapatkan Rp 5 juta per bulannya.
“Untuk insentif nakes, kami rencanakan dicairkan setiap bulan, yakni mulai bulan Mei sampai dengan Oktober 2021,” sambungnya.
Sementara itu, mengenai kriteria nakes yang akan menerima insentif tersebut, Nurkasanah menuturkan, nakes tersebut merupakan nakes yang memang benar-benar melakukan penanganan dan pemantauan langsung terhadap pasien Covid-19 selama 14 hari.
“Jadi, insentif Rp 5 juta itu diberikan kalau seorang nakes melakukan penanganan isman terhadap sejumlah 4 orang pasien selama minimal 14 hari. Lalu, mengenai pemberian insentif ini disesuaikan dengan ketetapan menteri kesehatan. Insentif itu juga tidak ada potongan dan langsung masuk ke rekening masing-masing nakes,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Saat pihaknya ditanya mengenai apakah ada tambahan insentif berupa sembako yang juga diberikan kepada nakes di Lamongan, Nurkasanah menjawab, bahwa selain insentif berupa gaji, tidak ada tambahan insentif lain lagi.
Terakhir, Nurkasanah berharap, bahwa pandemi Covid-19 di Lamongan ini bisa segera berakhir. “Itu harapan saya. Kalau kaitannya dengan anggaran, kami berharap pagu anggaran insentif sudah ada mulai awal tahun, sehingga kami bisa mengalokasikannya mulai awal tahun juga,” pungkasnya.[riq/ted]






