Surabaya (beritajatim.com) – Populasi manusia semakin lama makin meningkat. Hal ini juga yang membuat tingkat produksi limbah masyarakat juga kian tinggi. Tak bisa dipungkiri, meskipun dengan banyaknya program daur ulang sampah, belahan dunia dengan negara yang bersih sudah semakin sedikit. Tapi sedikit bukan berarti tidak ada sama sekali, masih ada beberapa negara yang memiliki gelar negara terbersih.
Peneliti Universitas Yale dan Universitas Columbia menjalin kerja sama dengan Forum Ekonomi Dunia, mereka telah memutuskan beberapa negara sebagai yang paling bersih di dunia. Ada lebih dari 180 negara yang ikut serta, dengan mengukur The Environmental Performance Index (EPI) atau Indeks Kinerja Lingkungan.
Sebuah negara disebut bersih dilihat dari beberapa faktor, yaitu kebutuhan air bersih, kualitas udara yang sehat, penanganan limbah yang kompeten, dan sanitasi yang baik. Berikut adalah 5 diantaranya.
1. Denmark
Negara penghasil cokelat ini menempati urutan pertama dengan EFI 82,5. Denmark memiliki beberapa kebijakan yang dinilai sangat bagus untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pencegahan perubahan iklim, sehingga mereka memiliki kualitas udara yang baik.
Tak lupa upaya dari masyarakatnya sendiri yang patuh menerapkan prinsip sustainability, memaksimalkan penggunaan energy yang dapat diperbarui, serta menjaga kebersihan dan penggunaan air. Bahkan mereka juga menggunakan sepeda sebagai transportasi utama beraktifitas, perahu dengan tenaga surya, hotel ramah lingkunga, serta makanan organic yang membuat masyarakat serta lingkungannya tampak sehat.
2. Luksemburg
Terletak di persimpangan Jerman, Belgia, dan Prancis, Luksemburg berhasil menduduki peringkat kedua. Skor EFI-nya menunjukkan angka 82, dengan skor untuk keanekaragaman hayti sebanyak 96,54 dan sumber daya air mencapai 99,76. Termasuk nilai yang cukup tinggi.
Peringkat ini diraih karena Luksemburg berhasil menata kota serta mengimplementasikan kebijakan publik dengan baik. Ada ribuan tempat sampah yang tersebar, dan bagi mereka yang berani mengotori ruang publik, ada ganjaran khusus yang harus diterima.
3. Swiss
Posisi selanjutnya, dipegang oleh negara yang terdiri dari Pegunungan Alpen, dengan skor EFI 81,5. Sistem daur ulangnya yang sangat maju dibanding negara lain membuat Swiss dilihat sangat berkomitmen menjadi negara terbersih di dunia. Sistem sanitasi airnya pun sangat tertata, sesuai dengan julukannya yang terkenal akan air bersih, hutan lebat, dan satwa liar yang melimpah.
4. Inggris
Negara dengan populasi manusia mencapai 66,52 juta ini menempati posisi keempat. Sedikit mengejutkan sekaligus mengesankan, karena dengan populasi sebanyak itu, mereka bisa mendapat skor EFI 81,3. Dipimpin oleh Ratu Elizabeth II, ada banyak organisasi dan yayasan pecinta lingkungan yang aktif di negara ini.
Diantaranya ada CelanupUK yang dipimpin oleh Duchess of Cronwall, Surfers Against Sewage oleh Pangeran Charles sebagai pelindung yang juga menjadi pimpinan The Environment Law Foundation, SERTA The Angling Trust yang melawan polusi dan kerusakan lingkungan air.
5. Perancis
Negara beribukota Paris ini mendapat skor EFI 83, 95. Sempat menuai pro dan kontra karena negara ini merupakan negara industry, hampir 80 persen energinya berasal dari tenaga nuklir. Belum lagi stigma bahwa masyarakat Perancis memiliki higienitas yang buruk dan sedikit jorok.
Namun hal itu telah terbantaahkan, Kota Romantis itu berhasil mengurangi emisi karbonnya dan mendapat skor 96,82 untuk tingkatkan kebersihan udara. Sumber air yang ada di Perancis pun bisa dikatakan baik, seperti sungai, laut, hingga danau di pelosok Perancis yang bisa digunakan untuk berenang. (mnd/tur)






