Magetan (beritajatim.com) – Meski jalur pendakian sudah dibuka untuk uji coba, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tak ingin ambil risiko dengan turut membuka kawasan wisata. Termasuk wisata primadona yakni Telaga Sarangan, berikut wisata lain yang dikelola swasta di Magetan.
‘’Karena pertimbangannya berbeda dengan kawasa Jalur Pendakian. Orang mendaki berarti ada minat khusus, dan jalurnya juga outdoor. Kemungkinan kerumunannya kecil karena pendaki datang dan pergi,’’ terang Eka Raditya, Kabid Penglolaan Pariwisata Disparbud Magetan, Jumat (10/9/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gunung-lawu”]
Eka mengungkapkan untuk Sarangan dan wisata lain masih akan menunggu pengumuman resmi berikutnya. Toh, untuk bebrapa kawasan yang masuk level 2 dan bahkan level satu belum ada skema dan regulasi yang memperbolehkan mereka membuka aktivitas wisata.
‘’Kami tetap tunggu pengumuman resmi. Meski begitu untuk hotel dan rumah makan di Magetan sudah diperbolehkan buka sesuai ketentuan,’’ kata Eka. [fiq/but]






