Surabaya (beritajatim.com) – Gatal, ruam, kemerahan, perih, dan kulit mengelupas. Kita pasti pernah mengalami satu atau beberapa gejala kulit yang disebutkan. Bagi banyak orang, munculnya gejala iritasi kulit mungkin disebabkan oleh produk perawatan kulit yang tidak cocok, atau dapat terjadi karena mencoba produk-produk perawatan kulit baru yang kandungannya terlalu keras untuk kulit kita.
Namun untuk sebagian orang, gejala kulit tersebut bisa menjadi kronis, yang berarti bahwa kondisi semacam itu akan bertahan cukup lama, hanya hilang sesekali, dan sering kambuh. Hal ini dapat terjadi pada kita meskipun kita telah selektif terhadap bahan-bahan yang terkandung dalam produk-produk perawatan kulit yang kita gunakan.
Terdapat 2 kemungkinan yang dapat menjelaskan kondisi tersebut, antara kulit sensitif dan eksim. Lalu bagaimana cara kita membedakannya dan bagaimanakah kita bisa menanganinya?
Mengetahui apakah kita memiliki kulit sensitif bisa menjadi sangat rumit, apalagi jika kita hanya mengalami iritasi kulit minor dan tidak memiliki gejala-gejala yang sering dikaitkan dengan penyakit-penyakit kulit seperti eksim.
Menurut Dr. Coni Liu, seorang dermatologist, “Jika anda memiliki kulit yang mudah ruam dan menunjukkan reaksi alergi, anda mungkin memiliki kulit sensitif yang disebabkan oleh kecenderungan genetik.” Di lain sisi, kulit sensitif juga bisa menjadi bagian dari penyakit kulit lainnya, meskipun kulit sensitif juga dapat terjadi tanpanya.
Menurut Dr. Liu, kulit sensitif bisa dikaitkan dengan eksim, yang merupakan, “hasil akhir dari kulit sensitif yang diekspos pada pemicu yang menyebabkan eksim. Keadaan tersebut tentu tidak eksklusif satu sama lain dan memiliki spektrumnya masing-masing, akan tetapi kulit sensitif sering mengacu pada derajat eksim yang berbeda.”
[berita-terkait number=”4″ tag=”tips-kesehatan”]
Jika kulit kita sering bereaksi pada produk perawatan kulit dan kosmetik yang tidak memiliki reaksi apapun pada orang lain, besar kemungkinan jika kita memiliki kulit sensitif yang bereaksi dengan bahan-bahan tertentu yang terkandung dalam produk yang kita gunakan.
Selain karena produk yang kita gunakan, lingkungan dan gaya hidup juga dapat menyebabkan reaksi yang sama. Bahkan, 2 faktor tersebut bisa jadi adalah penyebab utamanya. Gaya hidup yang sibuk, penuh tekanan, dan polusi lingkungan yang semakin meningkat juga bisa menyebabkan kulit sensitif sering kambuh.
Gejala-gejala dalam kulit sensitif dapat dikurangi intensitas kemunculannya dengan menggunakan produk-produk perawatan kulit dan kosmetik yang tepat. Kita harus tahu kandungan apa yang tidak cocok untuk kulit kita. Hindari penggunaan produk yang mengandung wewangian dan bahan-bahan eksfoliasi. [cna/dwp]






