Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah karya yang ditulis dengan dedikasi tinggi pasti akan menghasilkan hal yang luar biasa. Beberapa penulis berikut ini telah berhasil mencatatkan namanya sebagai penulis yang dikenal dunia berkat karyanya yang fenomenal. Siapakah para penulis itu?
Daftar penulis berikut menjadi kebanggan Indonesia karena beberapa karyanya yang melalang buana hingga mancanegara.
Eka Kurniawan
Eka Kurniawan dikenal dunia berkat bukunya berjudul ‘Lelaki Harimau’ yang mendapat banyak penghargaan dan diterjemah ke berbagai bahasa. Di samping itu, tidak kalah fenomenal novel Eka yang berjudul Cantik Itu Luka yang pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Jendela (2002). Novel tersebut telah dialih bahasa ke Bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dengan judul Bi wa Kizu dan dalam Bahasa Inggris oleh Annie Tucker dengan judul Beauty is a wound.
Beberapa penghargaan yang pernah diraih penulis kelahiran Tasikmalaya itu diantaranya terpilih sebagai salah satu ‘Global Thinkers of 2015’. Tahun 2016, ia menjadi penulis Indonesia pertama yang dinominasikan untuk Man Booker International Prize. Tahun 2021 Eka menerbitkan buku terbarunya berjudul ‘Sumur’ yang merupakan karya terjemah dari cerpen yang Eka tulis dalam bahasa Inggris.
Leila S Chudori
Leila S Chudori adalah penulis novel yang dikenal berkat novel Pulang (2012). Leila merupakan salah satu sastrawan yang mengawali debutnya sejak anak-anak. Wanita kelahiran Jakarta, 12 Desember 1962 tersebut kemudian kian dikenal dunia dengan karyanya berjudul Laut Bercerita (2017). Buku tersebut mendapat penghargaan Southeast Asian Writers Award (SEA Write Award) pada tahun 2020. Hebatnya lagi, saat novel itu dialih wahana ke dalam film, tiket film Laut Bercerita selalu ludes terjual habis dalam hitungan jam.
Ayu Utami
Ayu Utami adalah penulis yang peka dengan kehidupan sosial, terutama ia menyuarakan feminisme. Ayu Utami dikenal berkat novelnya berjudul ‘Saman’. Pada tahun 2000 novel Saman mendapat penghargaan Prince Claus Award dari Belanda. Selain itu, Saman juga telah diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa asing termasuk Ethiopia. Penulis kelahiran Bogor 1968 itu juga menulis novel yang sangat tebal berjudul Bilangan Fu. Novel ini juga yang dikenal masyarakat luas lewat terjemahannya, yang salah satunya dalam bahasa Belanda.
Taufiq Ismail
Ia pernah mendapat Anugerah Seni dari pemerintah (1970), Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977), dan South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994). Taufiq Ismail adalah penyair dan sastrawan yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Juni 1995. Karya-karyanya telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa diantaranya Inggris dan Rusia.
Pramoedya Ananta Toer
Pram, banyak digandrungi masyarakat Indonesia juga dunia lewat buku tetralogi pulau buru. Pramoedya Ananta Toer juga membubuhkan banyak catatan sejarah dalam setiap novelnya. Pram adalah seorang penulis yang karyanya sudah lebih dari 50 buku dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.
Pram juga mendapat banyak penghargaan dari luar negeri, diantaranya Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS, 1988. Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York, AS, 1989. Dan Wertheim Award, ‘for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people’, dari The Wertheim Foundation, Leiden, Belanda, 1995. [dan/bjo]






