Surabaya (beritajatim.com) – Semua orang tahu jika air laut rasanya asin. Salinitas tersebutlah yang menjadi salah satu ciri khas air laut jika dibandingkan dengan air jenis lain, seperti air sungai ataupun danau. Tapi apakah yang sebenarnya membuat air laut terasa asin?
Untuk memahami mengapa air laut rasanya asin, kita perlu tahu apa yang dimaksud dengan garam dan darimana asal garam itu sendiri. Secara kimia, garam adalah senyawa yang terdiri dari dua kelompok ion yang memiliki muatan yang berlawanan.
Ketika sebuah atom memiliki kandungan proton lebih banyak daripada kandungan elektronnya, maka atom tersebut bermuatan positif.
Atom dengan kandungan elektron lebih banyak dari proton adalah atom yang bermuatan negatif atau biasa disebut dengan nama anion. Atom yang memiliki muatan berbeda akan saling menarik satu sama lain untuk membentuk senyawa kimia.
Komposisi kimia dari garam adalah sodium klorida, dengan sodium sebagai ion positif dan klorida sebagai ion negatif.
Sodium dan klorida juga merupakan kandungan garam yang paling dominan pada air laut, akan tetapi senyawa tersebut bukanlah satu-satunya mineral yang menjadi alasan mengapa air laut terasa asin. Air laut juga memiliki kandungan magnesium dan kalsium yang berasal dari bebatuan yang ada di laut.
Sebagian besar garam yang terkandung dalam air laut berasal dari bebatuan. Karbon dioksida yang larut dalam air huja membuatnya sedikit asam, dan ketika hujan turun, erosi pada bebatuan akan terjadi karena adanya kandungan karbon dioksida tadi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pengetahuan-populer”]
Mineral yang terkandung dalam batuan tersebut kemudian bercampur dengan air sungai yang nantinya akan berakhir di laut. Sekitar 85% ion yang ada di laut adalah sodium dan klorida, sementara sekitar 10% adalah magnesium dan sulfat.
Semua air laut terasa asin, akan tetapi seberapa asin air laut juga tergantung di mana air laut tersebut berada. Air laut di Mediterania lebih asin dari air laut yang ada di Samdera Pasifik. Begitu juga dengan air yang ada di lautan lainnya, intensitas keasinannya akan berbeda-beda berdasarkan kandung mineral yang ada di area tersebut. [dwp/bjo]






