Mojokerto (Beritajatim.com) – Bantuan Sosial Tunai (BST) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) via PT Pos sebesar Rp 300 ribu resmi diberikan Bupati Mojokerto secara simbolis di Pendapa Kantor Kecamatan Trowulan. BST APBD senilai total Rp 4.821.000.000 bakal digelontorkan untuk 16.070 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Mojokerto.
Didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto menyatakan, bahwa BST APBD tersebut merupakan satu dari sekian banyak bansos yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sebagai langkah cepat mengatasi gejolak ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19.
“Bantuan yang kita kucurkan tidak hanya uang saja seperti BST APBD. Ada juga dalam bentuk barang kebutuhan pokok. Syarat dan ketentuan sudah kita verifikasi dan validasi. Semua datanya sudah cocok, untuk menghindari tumpang tindih. Mengingat bansos ini cukup banyak, jadi data jangan sampai ganda,” ungkap Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Rabu (25/8/2021).
Terkait penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, Bupati selaku Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini, mengajak seluruh warga masyarakat untuk ikut bergerak membantu Pemerintah. Caranya dengan terus menaati protokol kesehatan, mengikuti vaksin agar tetap bisa hidup produktif dan aman.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-mojokerto”]
“Pengendalian penyebaran Covid-19, kunci utamanya dimulai dari diri kita sendiri. Untuk pemulihan ekonomi, pemerintah terus mengendalikan dengan sistem gas dan rem. Angka sebaran Covid-19 dan perkonomian selalu berkolerasi. Keduanya selalu mengalami naik dan turun. Jika kasus Covid-19 turun, ekonomi kita naik. Begitu juga sebaliknya, maka dari itu butuh kerja sama antara semua pihak untuk kerja tim dengan baik,” tegasnya.
Usai menyerahkan BST APBD, Bupati didampingi Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) dan Kyai H Shidiq bersama-sama meninjau kegiatan serbuan vaksin di Pondok Pesantren Nurul Islam 2 di Kecamatan Pungging. Target vaksin kali ini, sebanyak 1.500 santri beserta pengasuh, dari kuota 9.678 vaksin. [tin/but]






