Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember, perguruan tinggi negeri di Kabupaten Jember, Jawa Timur menggelar Kuliah Kerja Nyata tematik penanganan stunting (gizi buruk) di 30 desa di tiga kabupaten, yakni Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo.
Rektor Iwan Taruna menyampaikan, KKN tematik ini dipilih berdasarkan tingginya angka prevalensi stunting di Jember dan kota-kota sekitarnya. “Bahkan angkanya melebihi angka prevalensi stunting di Provinsi Jawa Timur,” katanya, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting yang digelar selama dua hari secara daring, 23-24 Agustus 2021.
KKN stunting ini bagian dari tema besar Unej Membangun Desa yang telah dimulai sejak 2018. Program ini berkelanjutan, dan Iwan menegaskan kembali komitmen Universitas Jember untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan penanganan stunting, termasuk pada masa pandemi Covid-19.
Iwan mengatakan, program KKN tematik pada masa pandemi Covid-19 beralih menjadi KKN Back to Village. “Mahasiswa tetap melaksanakan KKN namun di daerah asalnya sendiri-sendiri dengan berbagai tema yang kontekstual dengan daerahnya. Sementara di sisi lain dosen kami juga telah membentuk kelompok riset yang berfokus pada permasalahan-permasalahan terkait penanganan stunting dan pencapaian SDGs dari berbagai disiplin ilmu,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Iwan menegaskan program ini mengandalkan kolaborasi dengan konsep pentahelix. Program KKN hanya dilaksanakan selama 45 hari. “Oleh karena itu perlu kolaborasi atau kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia bisnis, komunitas seperti LSM, dan media massa agar program yang sudah dibangun terus berlanjut,” katanya sebagaimana dilansir Humas Unej.
Iwan mencontohkan jalinan hubungan Unej dengan desa melalui program desa binaan yang tersebar di daerah Tapal Kuda. “Sehingga mereka dapat terus terhubung dengan Universitas Jember,” katanya. [wir/but]






