Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengumumkan pemenang lomba cipta Logo City Branding Lamongan sekaligus melaunching Icon resmi Pemkab Lamongan tersebut dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76, di Pendopo Lokatantra pada Selasa (17/8/2021) lalu.
Diketahui, pemenang lomba cipta logo tersebut adalah pemuda bernama Yusuf Niki Syahroni, asal Dusun Rembang Desa Tepas Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Yusuf sukses mendapatkan hadiah sebesar Rp 15 juta. Ia juga berhasil mengalahkan peserta 163 perserta lomba lain serta menyingkirkan 173 karya lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lamongan yang akrab disapa Bupati YES mengungkapkan, bahwa City Branding ini tak hanya sekadar logo, tapi juga identitas resmi Kabupaten Lamongan.
“City Branding ini sebagai strategi untuk memperkuat positioning Lamongan di ranah regional maupun internasional, sebagai identitas resmi Kabupaten Lamongan untuk memasarkan produk-produk lokal Lamongan,” ungkapnya.
Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Yusuf Niki Syahroni mengatakan, bahwa dirinya merasa sangat senang dan bangga karena telah berhasil menyabet juara 1 dalam perlombaan tersebut. Selain itu, sebagai orang yang bukan asli Lamongan, pria yang akrab disapa Yusuf ini melanjutkan, hal tersebut adalah capaian yang luar biasa baginya.
Lebih lanjut, Yusuf menuturkan, bahwa awal ketertarikannya mengikuti lomba ini lantaran dirinya mendapatkan informasi mengenai perlombaan dari temannya. Yusuf mengaku, setidaknya dengan karya yang ia buat itu, dirinya bisa ikut berkontribusi dalam memeriahkan lomba dan mendapatkan apresiasi.
“Mulanya, saya mendapatkan info lomba dari teman saya yang berasal dari Blitar juga. Motivasi saya adalah ingin memeriahkan lomba dengan harapan karya saya bisa diapresiasi minimal di 5 besar, serta menambah portofolio logo,” tutur pria umur 30 tahun tersebut kepada beritajatim.com, Senin (23/8/2021).
Yusuf juga mengungkapkan, bahwa Ide dan inspirasi dalam pembuatan logo City Branding Lamongan ini ia peroleh setelah pihaknya mempelajari mengenai karakteristik Kabupaten Lamongan secara mendalam melalui kajian dari sejumlah referensi yang ada tentang Lamongan.
“Ide dan inspirasi pembuatan logo saya dapatkan dari mempelajari apa yang ada di Lamongan, misalnya Lamongan terkenal dengan ikan bandeng, ikan lele dan pantai. Kemudian dibuat menjadi sebuah gambar visual yang bisa mewakili hal tersebut,” terang Owner dan Brand Desaigner Digitype Studio tersebut.
Yusuf juga menyebutkan, bahwa selain ia mengumpulkan dan membaca sejumlah artikel tentang wisata dan budaya Lamongan di Internet, ia juga bertanya ke beberapa orang yang dianggap kompeten dalam menjelaskan Kabupaten Lamongan. “Walaupun dari keterangan tersebut tidak sepenuhnya benar, tapi setidaknya membantu dalam proses pembuatan logo,” imbuhnya.
Lebih jauh, Yusuf mengatakan bahwa proses pengerjaan logo tersebut ia selesaikan hanya dalam waktu kurang lebih 10 hari. Dari seluruh proses pembuatan desain logo City Branding tersebut, mulai awal hingga akhir, ternyata hanya ia kerjakan sendiri.
“Alhamdulillah, ternyata saya berhasil menang sebagai juara 1 dan mendapatkan Rp 15 juta dipotong pajak. Hadiah tersebut mungkin nantinya akan saya gunakan untuk pengembangan studio,” ujar Yusuf yang menekuni dunia desain sejak lulus SMA tersebut.
Sebagai informasi, City Branding Lamongan tersebut telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2021 Tentang Logo City Branding Kabupaten Lamongan. Logo City Branding Lamongan itu terdiri dari logotype, tagline dan logogram yang mencerminkan budaya, karakteristik, potensi dan sejarah daerah.
Lebih rinci, Logotype tersebut yakni penggambaran grafis dalam bentuk kata “Lamongan”, taglinenya adalah penggambaran grafis dalam bentuk kata “Megilan”, sedangkan Logogramnya adalah penggambaran grafis yang dibentuk dari gambar ikan bandeng, ikan lele, air, bukit atau gunung yang tidak berapi, pantai atau laut, serta warna biru dan hijau.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Jika dilihat dari filosofinya tagline, Megilan adalah sebuah dialek khas Lamongan yang berarti luar biasa. Lalu, penggunaan gambar ikan bandeng dan ikan lele itu merupakan potensi yang ada di Lamongan. Gambar runcing ke atas dan lengkungan ke bawah merupakan bentuk dari dataran luas dan pantai yang disertai ombak yang melambangkan Lamongan yang kaya akan obyek wisata.
Kemudian, terkait gambar runcing yang berada di pucuk, hal itu merupakan bentuk dari perbukitan melambangkan Lamongan terdiri dari perbukitan dengan sumberdaya alam dan menunjukkan daerah agraris. Warna biru melambangkan kedamaian dan kesejahteraan dan warna hijau sebagai perlambangan sumberdaya Lamongan.
Huruf “o” yang didalamnya terdapat gambar air melambangkan air bersih yang bisa diambil siapa saja yang memerlukan. Sedangkan huruf “L”, “m”, dan “n” yang terinspirasi dari bentuk keris (pangkal keris) melambangkan kewaspadaan.
Perlu diketahui, Logo City Branding ini dihasilkan setelah melalui berbagai proses dari mulai perlombaan, penilaian sampai dengan pemilihan pemenang yang dilakukan secara seksama oleh 5 juri profesional dari ratusan peserta dan karya yang ada. Mengenai salinan digital logo City Branding “Lamongan Megilan”, dapat diunduh melalui pranala bit.ly/lamonganmegilan.
Adapun 5 orang juri yang dilibatkan untuk menilai karya-karya dari peserta itu berasal dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Adrian Perkasa (Dosen Leiden University Belanda), Nugrahardi Ramadhani (Dosen DKV ITS), Nazarudin (Koordinator Tim Grafis JTV), Miftach Alamudin (Disparbud Lamongan), dan Supriyo (Ketua Lesbumi NU Lamongan).[riq/ted]






