Sumenep (beritajatim.com) – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam ‘Pemuda dan Mahasiswa Menggugat’ berunjuk rasa ke Kantor Bupati Sumenep, Senin (23/08/2021). Mereka menuntut agar Bupati memberikan klarifikasi atas pernyataan Camat Batang-batang yang meminta kepala desa (kades) mencuri sapi warga yang tidak mau divaksin.
“Pernyataan Camat Batang-batang itu pernyataan kriminalitas. Bupati harus menindaklanjuti,” kata salah satu orator, Mohamad Nur.
Menurutnya, tidak pada tempatnya Camat sebagai aparatur sipil negara (ASN) melakukan ancaman dan intimidasi kepada warga demi mensukseskan vaksinasi. “Pernyataan itu meresahkan warga. Itu sama saja pemerintah tidak tau etika. Kami, para pemuda dan mahasiswa tidak akan tinggal diam,” ujarnya.
Sebelumnya, ramai beredar sebuah video melalui platform WhatsApp, dalam video berdurasi 30 detik tersebut, Camat Batang-batang duduk bersama Kapolsek dan Danramil setempat serta tokoh masyarakat. Di belakang mereka terlihat banner bertuliskan Rapat Koordinasi Kecamatan Batang-batang, yang menunjukkan para pejabat di jajaran Forpimka setempat tengah berada dalam forum rakor.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demo”]
Video dengan campuran Bahasa Madura dan Bahasa Indonesia tersebut mendadak viral karena ada pernyataan Camat yang dinilai provokatif. Bahkan Camat dengan terang-terangan membawa nama Bupati yang seolah-olah menyuruh kepala desa mencuri sapi.
“Kelebunnya takut dengan masyarakat. Tako’ ta’ epele pole 2025 atau 2026. Itu kan masih lama. Kelebun punya kartu as. Punya (kartu) sakte. Keco’ sapena, cakna Bupati, sampe’ begitu. Keco’ sapena mon oreng se ta’ endha’ evaksin.”
(Kepala Desanya takut dengan masyarakat. Takut tidak dipilih lagi pada 2025 atau 2026. Itu kan masih lama. Kepala desa punya kartu As. Kartu sakti. Curi sapinya, kata Bupati. Sampek begitu. Curi sapinya kalau orang itu tidak mau divaksin)
“Dalam video itu, Camat mengatakan bahwa mencuri sapi itu adalah instruksi Bupati. Ini seakan ada instruksi hierarkis untuk mengintimidasi masyarakat. Karena itu, Bupati harus memberikan klarifikasi secara langsung,” tandasnya. (tem/kun)






