Surabaya (beritajatim.com) – Bintang film asal Jepang yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam hal beladiri melalui lebih dari 100 film termasuk ‘Kill Bill’, Sonny Chiba telah meninggal dunia di usia 82 tahun.
Chiba yang dikenal di Jepang dengan nama Shinichi Chiba, meninggal pada Kamis (19/8) di sebuah rumah sakit dekat Tokyo di mana ia mendapatkan perawatan untuk COVID-19 sejak Agustus. Kantor manajemennya yang berbasis di Tokyo, 8, menjelaskan dalam sebuah statement bahwa Chiba memang belum mendapatkan vaksin COVID-19.
[berita-terkait number=”5″ tag=”film, bedah-film”]
Kepopuleran Sonny Chiba dimulai di Jepang pada tahun 1960-an saat ia berakting sebagai samurai, pendekar, dan detektif kepolisian. Ia banyak melakukan aksi-aksi stunt miliknya sendiri.
Sementara itu, kepopulerannya di dunia film internasional dimulai ketika ia membintangi film Jepang berjudul ‘The Street Fighter’ pada tahun 1970-an yang populer di Amerika Serikat. Quentin Tarantino, sutradara kondang Amerika Serikat memasukkan film tersebut sebagai salah satu favoritnya. Karenanya, Quentin Tarantino memberikan peran Hattori Hanzo, seorang ahli pedang dalam film ‘Kill Bill’ pada Sonny Chiba.
Chiba juga pernah membintangi film Hollywood lainnya yang dirilis pada 1991 yaitu ‘Aces’ yang disutradarai oleh John Glen. Selain itu dirinya juga membintangi berbagai film Hongkong. Karir Chiba juga semakin melejit ketika film-film kung fu milik Bruce Lee mulai tenar.
Aktor asal Amerika Serikat, Lewis Tan menuliskan ungkapan bela sungkawanya melalui cuitan Twitter yang berbunyi, “Seorang legenda aksi sejati, FIlm-film milikmu abadi dan energimu adalah sebuah inspirasi. #SonnyChiba #RIP.’
Sementara itu, Ted Geoghegan, penulis dan sutradara yang berbasis di New York memanggilnya “The Great Sonny Chiba” yang kemudian disusul dengan cuitan Twitter yang menjelaskan bahwa ia tengah melihat salah satu film yang dibintangi Sonny Chiba untuk mengenangnya.
Sonny Chiba sendiri lahir di Fukuoka, Barat Daya Jepang. Dirinya melupakan lulusan dari Nippon Sport Science University yang belajar berbagai seni beladiri, dan mendapatkan sabuk hitam tingkat 4 dalam karate. Chiba juga mendirikan Japan Action Club di 1980 yang tujuannya untuk mengembangkan potensi aktor generasi muda.
Salah satunya adalah Hiroyuki Sanada, yang merupakan salah satu aktor asal Jepang paling terkenal di Hollywood yang berperan dalam film ‘The Last Samurai’ dan ‘Rush Hour 3.’ [dwp/bjo]






