Surabaya (beritajatim.com) – Haruki Murakami adalah penulis sastra Jepang yang karyanya sudah banyak dibaca oleh penggemar sastra di dunia. Murakami terkenal berkat salah satu karyanya yang fenomenal berjudul Kronik Burung Pegas.
Secara keseluruhan buku dengan tebal nyaris 1000 halaman itu mengangkat kisah yang cukup kompleks. Meski demikian, ada satu hal yang jadi langganan dalam hampir seluruh karya Murakami, yaitu kucing.
Ia pernah menuliskan dalam sebuah karyanya bahwa Ketika ada kucing yang hilang, sesuatu yang aneh akan terjadi. “Hai, apa kamu mencium bau manusia?” tanya seekor kucing. “Setelah kamu menyebutnya, kupikir ada bau lucu pada beberapa hari terakhir”, jawab kucing yang lain. (Haruki Murakami, Kafka on The Shore).
Sebagian orang di dunia mencintai kucing, memeliharanya dengan penuh kasih sayang. Termasuk Murakami, saking cintanya dengan kucing ia mengabadikannya dalam buku kumpulan cerpennya berjudul Kota Kucing dan Kisah Kisah Lainnya.
Dari pemahaman kasih sayang sang penulis calon peraih Nobel sastra, kita dapat mengambil beberapa hikmah dalam merawat kucing sebagai hewan peliharaan. Terutama bagi anda yang memiliki misi untuk jadi seorang penulis, kucing bisa jadi hewan favorit untuk dipelihara.
Pertama, Jadikan Kucing Sebagai Teman
Kucing jangan dipandang sebagai hewan, tapi anggaplah sebagai teman. Dengan menyandingkan kucing pada kehidupan sehari-hari kita telah terbawa aura pertemanan lintas makhluk hidup.
Kedua, Mendatangkan Inspirasi
Seperti Murakami baginya kucing bisa jadi sumber inspirasi, bahkan sumber dari karya-karya besarnya. Imajinasi, ide, inspirasi dan proses kreatif menulis, memang dapat muncul dari mana saja.
Salah satunya adalah dari kucing. Selain Murakami banyak penulis yang memiliki kucing dan menyukai kucing. Mereka menjadikan kucing sebagai sahabat, bahkan sumber inspirasi dan imajinasi yang tak ada habisnya.
Ketiga, Sumber Kebahagian
Pada sebuah novel berjudul ‘Berbulu’ yang belum diterjemah dalam bahasa Indonesia, Haruki Murakami menuliskan “Selama kucing itu tidur dengan tenang, dunia tidak akan terlalu buruk.” Haruki seolah mengajarkan pada pembacanya bahwa kucing dapat menyembuhkan manusia dengan kelucuan, kebebasan, dan ketangkasan. Betapa sedih dan risaunya, kucing bisa menjadi pelebur guna mendatangkan kehangatan dan kegembiraan. [dan/bjo]






