Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dari ribuan suku adat yang meninggali negeri ini. Setiap suku adat yang ada di Indonesia memiliki pakaian tradisionalnya masing-masing.
Pakaian tradisional tersebut pasti juga dilengkapi dengan berbagai aksesoris pelengkap dengan berbagai macam guna. Kali ini, kita akan membahas aksesoris rambut wanita dari berbagai macam adat tradisional yang ada di Indonesia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”busana, aksesoris, seni-tradisional”]
Jamang
Jamang atau yang biasanya disebut sebagai Siger adalah perhiasan rambut yang digunakan di dahi. Cara penggunaan Jamang atau Siger sendiri adalah dengan memasangkannya di sekililing kepala hampir sama dengan cara menggunakan ikat kepala.
Jamang merupakan komponen pelengkap di berbagai macam baju tradisional Indonesia. Jamang dapat ditemukan di baju tradisional Jawa, Sunda, Bali, Lampung, Palembang, dan Sumatera Barat. Di zaman sekarang, Jamang atau Siger biasanya dikenakan pada saat pernikahan. Dulu Jamang dibuat dari material seperti emas dan perak dengan beragam batu permata, sekarang Jamang dibuat dengan material brass.
Gelungan Agung
Gelungan Agung adalah mahkota dan ornamen kepala yang biasa digunakan oleh keturunan Kerajaan Bali di masa lampau. Sekarang Gelungan Agung diadopsi menjadi pakaian pernikahan dengan adat Bali, Payas Agung. Untuk pengantin wanita, Gelungan Agung dibentuk dari rangkaian Bunga Sandat berwarna keemasan yang dilengkapi dengan ornamen mahkota dan srinata.
Suntiang
Suntiang adalah sebuah aksesoris kepala yang sangat rumit yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Seperti aksesoris kepala lainnya di Indonesia, Suntiang juga diadopsi sebagai aksesoris dari pakaian pernikahan dengan adat Minangkabau. Terdapat berbagai macam jenis Suntiang dalam Budaya Minang seperti Pisang Saparak (berasal dari Solok Salayo), Suntiang Pinang Bararak (dari Koto Nan Godang Payakumbuh), Suntiang Mangkuto (dari Sungayang), dan Suntiang Kipeh (dari Kurai Limo Jorong), Suntiang Sariantan (dari Padang Panjang), Suntiang Matua Palambaian, dan masih banyak lainnya. Setiap jenis Suntiang memiliki keunikan dan nilai budayanya masing-masing.
Tengkuluk Tanduak
Tengkuluk Tanduak atau biasa dikenal dengan Tikuluak Tanduak adalah sebuah aksesoris kepala yang biasa dikenakan wanita yang terbuat dari kain balapak yang biasanya terdapat di Lintau Buo, Minangkabau, Sumatera Barat. Aksesoris kepala ini berbentuk seperti dua ujung tanduk yang dihiasi dengan ornamen emas. Arti simbolik dari Tengkuluk Tanduak adalah kepemilikan atas rumah gadang, yang mana merupakan rumah tradisional Minang. [dwp/bjo]






