Surabaya (Beritajatim.com) – Indonesia memiliki banyak sekali ragam budaya, khususnya di Jawa Timur, Jawa Timur memiliki salah satu budaya pencak silat yang cukup unik dan digandrungi anak-anak muda.
Pencak dor dilahirkan di Pesantren Lirboyo Kediri yang juga pesantren salaf yang berdiri sejak pada 1910 santri. Di era tahun 1960 an juga dikenal sebagai tempat pengkaderan para pendekar silat dari kalangan santri.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pencak-silat”]
Para pendekar ini diasuh oleh almarhum Gus Maksum yang dikenal sakti dan dikenal di kalangan pesilat tanah air . Di pesantren Lirboyo ini pula selain melahirkan santri-santri hebat yang menguasai kitab-kitab klasik kuno juga melahirkan santri yang menguasai ilmu kanuragan dan seni bela diri.
Meski tarung bebas, namu keselamatan tetaplah nomor satu. Salah satunya untuk menjaga keselamatan para peserta, setiap pertandingan dikawal dua orang wasit yang memiliki kemampuan lebih. Tugas mereka adalah melerai mereka yang bertanding jika kondisi tak memungkinkan untuk dilanjutkan pertarungan.
Para wasit benar-benar-benar harus militan, sebab yang mereka wasiti bertarung bebas mengeluarkan jurus yang dimiliki, mulai dari pencak, tinju , karate hingga judo. Para pendekar menggunakan keahlian bela diri masing-masing untuk menjatuhkan lawan.
Tidak ada menang kalah dalam Pencak Dor. semua santri yang mengikuti ajang tersebut memahami nilai dasarnya. Maka, tak heran jika para peserta bisa bertarung sambil tergelak hingga terpingkal saat berada di atas ring. Tiap peserta Pencak Dor tidak ada niat untuk mencari kemenangan, ajang tersebut hanya hiburan, dan media untuk mengumpulkan masyarakat untuk bersilahturahmi.
Menariknya, setelah acara Pencak Dor, para pelaku pencak diajak untuk makan bersama sehingga menimbulkan emosional yang mengedepankan kebersamaan, yang nantinya sangat berguna mental ini untuk bahu membahu gotong royong satu sama lain.
Budaya Pencak dor ini sangat menjelaskan wajah Indonesia yang sebenarnya, tangguh bersama dan kuat bersama, semoga tetap lestari, Pencak Dor. [dep/bjo]






