Trenggalek (beritajatim.com) – Revolusi bangsa ini belum selesai, ungkap Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (17/8/2021). Isyarat ini disampaikan karena Pandemi Covid 19 masih terus mengancam.
Meskipun masih terus mengancam, bupati musa ini mengajak kepada seluruh elemen bangsa dalam momentum hari kemerdekaan untuk senanyiasa terus bersemangat melawan dan berusaha menghinsar dari keterpurukan yang ada. “Mari kita istiqomah, dan momentum 76 tahun kemerdekaan ini kita manfaatkan untuk membangun ketangguhan,” ujarnya.
Mari kita jadikan sebagai sarana, lanjutnya menambahkan, “untuk mengantarkan kita kepada pertumbuhan Indonesia yang tangguh Indonesia yang tumbuh, sesuai tema HUT kemerdekaan tahun ini,” imbuh bapak 3 anak itu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-trenggalek”]
Masih menurut bupati yang getol memperjuangkan inklusifitas itu, “Pak Presiden kemarin telah menyampaikan pidatonya, dalam rancangan APBN Tahun 2022. Baru pada paragraf awal sudah disampaikan bahwa tahun 2022 masih penuh dengan ketidakpastian dalam hal fiskal,” lanjut pria yang akrab disapa Gus Ipin itu
Kondisi masih dinamis kita masih melihat dan memantau situasi Covid19. Muncul varian-varian Covid baru. Mungkin kita ingin tidak mengindahkan apa itu Covid, sakitnya bukan Covid. Tetapi disadari atau tidak, sekarang ini banyak ambulans berseliweran, mobil jenazah berseliweran setiap hari, di pelosok masjid mushola diumumkan berita kedukaan.
“Mari sekali lagi kita berjalan sesuai dengan krisis ini kita hadapi pandemi ini. Jadilah orang-orang yang betul-betul revolusioner,” pesannya.
Dalam kekuatan fiskal daerah Bupati Trenggalek itu menghimbau kepada jajarannya untuk menambah fasilitas kesehatan, sarana prasarana kesehatan harus dikuatkan begitu juga dengan tenaga kesehatannya. Kalau perlu, diminta olehnya bisa ditingkatkan 2 hingga 3 kali lipat.
Belajar dari beberapa negara yang saat ini sudah melonggarkan beberapa kegiatan masyarakat. Itu dikarenakan kualitas, kuantitas, sarana prasarana kesehatannya mencukupi. Tidak ada pasien yang terlantar, tidak ada yang takut ke rumah sakit, takut tidak dapat tempat dan yang lainnya. Maka dari itu Bupati Trenggalek ini menegaskan dengan kemampuan fiskal yang ada penguatan alkes, faskes dan nakes menjadi prioritas utama.
Prokes Wajib Dipatuhi Sampai Tercapai Herd Community
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan pesan di hari kemerdekan ke-76 Republik Indonesia, untuk menjaga kepatuhan protokol kesehatan sebagai suatu kewajiban seluruh elemen bangsa sampai dengan tercapainya Herd Community.
“Protokol kesehatan ini wajib terus dipatuhi, sampai dengan tercapai herd community. Sebelum obat Covid 19 diketemukan, protokol pembatasan menjadi kegiatan menjadi wajib,” ungkap Bupati Trenggalek itu di Pendopo manggala Praja Nugraha, Selasa (17/8/2021).
Kalau dulu, angkat bambu runcing itu menjadi suatu hal yang wajib dalam perjuangan melawan penjajah. Sekarang mengangkat masker, memakai masker, menjunjung tinggi protokol kesehatan menjadi hal yang wajib di era Pandemi Covid 19 ini, imbuhnya.
Saat ini semakin banyak muncul varian-varian Covid baru. Bisa saja kita tidak mengindahkan apa itu Covid, orang meninggal sakitnya bukan Covid. Akan tetetapi disadari atau tidak, sekarang ini banyak ambulans maupun mobil jenazah berlalu lalang. Terus di pelosok, masjid maupun mushola diumumkan berita-berita kedukaan. Tentunya ini menjadi suatu pembelajaran untuk kita semua agar senantiasa menjaga protokol kesehatan.
Dalam peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, pria yang telah dikaruniai 2 putri dan satu putra itu juga mengisyaratkan penguatan alkes, nakes dan faskes di daerahnya. Berbekal pengalaman beberapa negara yang telah melonggarkan beberapa kegiatan bermasyarakatnya dikerenakan memang faskes, nakes dan alkes mereka kuat, sehingga dapat hidup berdampingan dengan Covid 19.
Penguatan ini ingin ditiru, sehingga keselamatan masyarakat lambat laut kian terjaga, sampai dengan heart community tercapai dan obat Covid 19 diketemukan.
Ajak ASN Jaga Perekonomian dengan Membeli Produk Lokal
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meminta ASN dilingkup Pemkab Trenggalek untuk ikut menjaga perekonomian dalam Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Hal itu dapat dilakukan, dengan cara ASN di Trenggalek mau membeli produk lokal. Karena dengan belanja produk lokal maka ada perputaran uang di tengah masyarakat dan ekonomi dapat diselamatkan.
“ASN enggak perlu kejar-kejaran kena operasi yustisi. Setiap bulan kita ini gajian,” ungkapnya disela sambutannya dalam peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI tersebut.
Masih menurutnya, “cukup gajian kemudian yang lain kita reorientasi kan untuk menghadapi krisis ini. Mau cari apa lagi, kalau mau jalan-jalan dinas, kemana lagi. semua daerah hampir sama,” lanjut Mochamad Nur Arifin menambahkan.
“Bila gaji yang kita terima setiap bulannya kita Istiqomahkan untuk beli beras, berasnya milik petani Trenggalek. Terus beli batik, batiknya orang Trenggalek, makan, minum di warungnya Trenggalek, saya percaya ekonomi kita bisa bertahan tidak ambruk. Tapi yang paling penting kita selamatkan nyawa dulu para dokter paru nakes, karena satu orang harus meladeni banyak pasien. Fasilitasnya terbatas, obatnya terbatas, alatnya terbatas,” tandasnya.
Pembatasan kegiatan masyarakat tentunya sangat berpengaruh pada perekonomian mikro. Diharapkan dengan saling peduli maka tema HUT ke-76 RI “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dapat benar-benar terwujud. [nm/kun]






