Surabaya (beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat rupanya masih terus berlanjut hingga 23 Agustus. Tidak menutup kemungkinan, apabila angka Covid-19 belum menurun, makan akan berkepanjangan hingga entah kapan.
Artinya, masih banyak perusahaan dan pekerjaan yang menerapkan Work From Home, atau bekerja dari rumah. Setelah satu tahun lebih melakukan WFH, tidak dipungkiri pekerjaan menjadi terasa berat, membosankan, dan lebih melelahkan karena harus dibarengi dengan pekerjaan rumah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”work-from-home”]
Seorang Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, pernah mengatakan bahwa WFH bisa sebabkan stress.
“Konsep WFH bisa berpengaruh banyak sekali, terutama bagi orang-orang yang tidak pernah melakukan hal tersebut,”tutur Nina, kepada Kompas.com pada 2020 lalu.
Untuk bertahan pada kondisi ini dengan kesehatan mental terjaga, maka berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.
1. Mempersiapkan sarana dan prasarana kerja
Mood saat bekerja juga ditentukan dari kelengkapan alat kerja. Seperti kebutuhan laptop, smart phone, jaringan internet. Apabila ada kebutuhan yang tidak terpenuhi, maka mood akan berantakan dan pekerjaan menjadi terhambat. Selain itu, tempat kerja yang nyaman juga menjadi kebutuhan. Siapkan ruangan sendiri yang dirasa membuat kita nyaman saat mengerjakan pekerjaan kantor.
2. Tentukan jam kerja
Mengatur jadwal kerja menjadi sangat penting. Usahakan agar tetap teratur selayaknya bekerja di kantor. Seperti bangun pagi dan mulai bekerja pada pukul 7 dan selesai pada pukul 3 sore. Keteraturan akan membuat suasana bekerja menjadi kondusif. Jangan lupakan jam istirahat untuk sekedar menghirup udara segar dan makan siang.
3. Bekerja sama dengan orang di rumah
Nina mengatakan bahwa penyebab stress saat bekerja bisa dikarenakan penghuni rumah yang tidak mengerti dengan kondisi kita. Misalnya saat anak merengek minta perhatian, atau orang tua yang sekedar ingin ditemani berbelanja sayuran, padahal saat itu masih masuk jam kerja. Berkomunikasi dengan mereka adalah keharusan, agar orang-orang di rumah mengerti bahwa kita masih disibukkan dengan pekerjaan kantor.
4. Menjalin komunikasi dengan rekan kerja
Saat melakukan WFH, kita cenderung merasa kesepian. Tetap berkomunikasi dengan teman sejawat itu perlu, sekedar berbincang tentang pekerjaan atau hal-hal lain.
5. Lebih giat berolahraga
Berada di rumah secara terus-menerus tentu akan membuat otak kita merasa penat. Oleh karena itu, selingi dengan olahraga di hari libur, agar otak lebih fresh dan siap untuk bekerja lagi.
Pekerjaan memang hal yang penting, tetapi jangan lupakan kesehatan diri sendiri. Baik keshatan mental, pikiran, maupun fisik.(mnd/bjo)






