Surabaya (beritajatim.com) – Setelah membobol toko di jalan Kenjeran Surabaya, dua begundal asal Jalan Sidokapasan diamankan Tim Anti Bandit Polsek Tambaksari. Dua begundal itu adalah Anang Jatmiko (37) dan Syahroni Firmansyah (37) asal Jl Sidokapasan Belakang Pasar.
Mereka berdua dibekuk anggota unit Reskrim Polsek Tambaksari setelah membobol toko milik Hartono Wijaya di Jl Kenjeran, Selasa (10/8/2021).
Kompol Muhammad Akhyar selaku Kapolsek Tambaksari menjelaskan, kedua tersangka mengendarai motor dan mencari sasaran secara acak. Sekitar pukul 14.30 WIB, perhatian mereka terpusat pada barang yang berada di depan toko.
“Setelah memastikan situasi aman, mereka kemudian membawa kabur satu buah anak tangga yang terbuat dari aluminium. Barang tersebut merupakan barang dagangan yang terletak tepat di depan toko sebagai display,” katanya, Jumat (13/8/2021) sore.
Setelah berhasil mencuri, tersangka meninggalkan lokasi dan menuju pasar barang bekas di Jl Gembong untuk menjualnya. Sementara korban baru menyadari ketika hendak menutup toko.
Mengetahui ada yang kurang, korban lantas melakukan pengecekan pada Closed Circuit Television (CCTV) milik toko.
“Terpantau dua tersangka berhasil mencuri tangga. Satu tersangka turun masuk ke toko dan melepas tali yang mengikat tangga itu. Setelah tali terlepas, tersangka lain bertugas mengangkat tangga itu dan meninggalkan lokasi kejadian,” ungkapnya.
Berbekal laporan korban dengan bukti rekaman CCTV, Kompol Akhyar kemudian mengintruksikan anggotanya melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka Anang berhasil diamankan di rumahnya.
“Sempat mengelak. Namun, tersangka akhirnya mengakui setelah kami tunjukkan rekaman CCTV,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kriminal-surabaya”]
Berselang dua hari dari penangkapan Anang, Syahroni diciduk saat tengah nongkrong di salah satu warung kopi di kawasan Kapasan. Syahroni langsung digelandang ke Mapolsek Tambaksari untuk kepentingan penyidikan.
Dihadapan penyidik, Anang mengaku baru satu kali beraksi. Pria yang bekerja sebagai penjaga parkir ini berkelit nekat mencuri karena terdesak kebutuhan hidup.
“Sudah saya jual Rp 300 ribu. Saya bagi dua dengan Roni. Buat makan sehari-hari,” aku Anang. [ang/but]







