Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony megapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam penanganan pandemi Covid-19. Beberapa langkah Pemkot Surabaya dari Percepatan Vaksinasi, pendirian RS Lapangan Tembak, hingga Rumah sehat yang tersebar di setiap kelurahan terbukti mampu menekan persebaran Covid-19.
Namun, dia menyebut percepatan vaksinasi Covid-19 di Surabaya untuk menciptakan herd immunity cenderung seremonial dan terpusat. “Saya kira vaksinasi dengan cara terpusat seperti itu sudah harus diakhiri. Vaksinasi digelar di sejumlah tempat bagus. Namun pengumpulan warga dalam jumlah banyak dalam satu waktu, sebaiknya dikurangi,” kata AH Thony ketika dikonfirmasi, Kamis (12/8/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-surabaya”]
Dia mencatat vaksinasi massal di beberapa titik di Surabaya yang digelar di Stadion Gelora 10 November, Grand City, Tunjungan Plaza dan Lapangan Thor Gelora Pancasila menimbulkan keramaian sangat tinggi karena banyak orang dikumpulkan dalam satu tempat. “Akan lebih diapresiasi jika pelaksanaan vaksinasi massal digelar tersebar di banyak tempat, bukan terpusat,” katanya.
Menurutnya, itu kurang tepat karena karena tidak physical distancing padahal semuanya harus taat protokol kesehatan. Tentu ini berpotensi menjadi tempat persebaran baru. “Harusnya, vaksinasi Covid-19 bisa disebar di kelurahan-kelurahan. Bisa lewat Puskesmas Pembantu atau minimal semua Puskesmas. Atau tempat representatif di setiap kelurahan. Pelaksanaannya juga tak perlu dibatasi hari, agar peserta tidak datang bersamaan,” jelas Thony.
Saat ini pemkot Surabaya terus memasifkan akselerasi atau percepatan vaksinasi Covid-19. Bahkan, pemkot bersama TNI dan Polri bakal menggelar serbuan vaksinasi massal.
Tetapi dia menyoroti, stok vaksin dosis kedua dari Pemkot sempat sampai kosong. Padahal, menurut Thony, dosis kedua itu sudah satu paket. “Harus didukung. Semakin banyak penyelenggara vaksinasi semakin baik. Pemkot akan lebih baik jika bisa menjadi koordiantor. Wali Kota bisa menjadi dirijen atas percepatan vaksinasi. Semua pihak penyelenggara vaksinasi bisa saling berkoordinasi memberikannya kepada warga di setiap kelurahan,” tandasnya.(asg/kun)






