Surabaya (beritajatim.com) – Bata ringan Blesscon yang di produksi PT Superior Prima Sukses (SPS) perusahaan anak negeri mampu mengantongi sertifikasi hijau (Green Label) dari Green Product Council Indonesia (GPCI).
Bagi dunia kontruksi maupun bisnis amat penting mengantongi label ini sebab green label menjamin jika bata ringan yang dihasilkan ramah lingkungan. Dan GPCI menyebut ini bata ringan pertama di Tanah Air yang memiliki Green Label.
Diperolehnya Green Label menjadi salah satu titik dalam roadmap mewujudkan green business dan konsep keberlanjutan (sustainability) pada industri bahan bangunan.
Naning Adiwoso, initiator dan Sekjen GPCI berharap Green label yang kini melekat pada bata ringan Blesscon menjadi ciri khas Blesscon kearena merupakan satu-satunya bata ringan ramah lingkungan.
Naning juga memberikan apresiasi atas usaha Blesscon untuk menekan dampak industri pada lingkungan.
“Terima kasih Blesscon sudah menjadi pioneer, pertama di industri bata ringan yang ramah lingkungan. Semoga bisa menjadi dorongan bagi industri serupa,” kata Naning.
Selanjutnya dengan sertifikasi Green Label, produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global. Sebab, dengan bergabungnya Green Label Indonesia di Global Ecolabel Net maka label ini diakui secara internasional.
Sepanjang 6,5 tahun GPCI beroperasi, sudah ada 112 brand dari 37 perusahaan yang tersertifikasi yang mayoritas adalah produk konstruksi dan bahan bangunan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kontruksi”]
Sertifikat Green Label secara resmi disematkan pada Blesscon dengan seremonial penyerahan secara online, Rabu (28/7/2021). Penyerahan sertifikat diberikan Naning dan diterima oleh Henrianto Lie, Commercial Director PT.Superior Prima Sukses.
“Capaian ini merupakan buah komitmen Blesscon untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan sejak pabrik berdiri,” ujar Henrianto.
Predikat ini merupakan predikat tertinggi dalam pemberian Green Label.
Sementara itu, Green Product Council (GPC) Indonesia adalah lembaga swadaya masyarakat non-profit yang mendorong industri untuk peduli terhadap lingkungan. Bekerja sama dengan verifikator independen, GPC Indonesia melakukan sejumlah verifikasi lapangan untuk memastikan sebuah produk dibuat dengan standar keberlanjutan (sustainability).
Dikatakan, perusahaannya selalu menerapkan 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Waste material dari produk jadi diolah kembali menjadi bata ringan tanpa berimbas pada kualitas bata ringan.
“Penggunaan kembali waste material ini memiliki dua keuntungan, pertama limbah produksi berkurang banyak dan kedua penggunaan air bersih bisa dihemat,” papar Henrianto.
Tak heran Blesscon mendapatkan pencapaian sempurna pada poin “Pengelolaan Limbah dan Bahaya Berbahaya”, “Manajemen Air,” dan “Kandungan Bahan Daur Ulang,”.
Henrianto menyebutkan, audit yang dilakukan untuk sertifikasi Green Label ini tidak mudah.
Audit yang dilakukan mulai sejak pembelian bahan baku hingga proses produksi sehingga barang jadi dipastikan melalui standar hijau yang ditetapkan penguji.
“Dari proses yang demikian ketat, Blesscon dapat lolos uji, bahkan mendapat predikat Gold merupakan sebuah kebanggan. Artinya, Superior Prima Sukses sudah on the right track dalam komitmen bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tandasnya.[rea]






