Surabaya (beritajatim.com) – Setelah melakukan pendekatan kepada warga, akhirnya polemik lokasi isolasi mandiri (isoman) di Griya Mulyorejo Sehat (GMS) bisa diselesaikan dengan duduk bersama perwakilan RW dan RT.
Suherman ketua RW 01 Mulyorejo menyatakan setuju tempat eks keluruhan Mulyorejo digunakan untuk isolasi bagi warga Muyorejo yang kena Covid-19.
“Alasannya mau menempati lokasi tersebut karena empati dan rasa kemanusiaan. Saya sekarang kena Covid-19 dan berjuang melawannya ketika isoman di rumah kurang pengawasan dokter, maupun tanpa pengawasan nakes,” kata Suherman.
Suherman juga mengajak warga lainnya untuk menempati GWS akan dapat dilayani oleh nakes dan tenaga kesehatan sehingga bisa cepat sembuh.
[berita-terkait number=”4″ tag=”isolasi-mandiri”]
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Imsawan Saifuddin atau biasa dipanggil Pipu Ketua RT 06, RW 01, Kelurahan Mulyorejo Surabaya.
“Saya setuju dengan adanya lokasi isoman di eks kelurahan lama Mulyorejo,” kata Pipu
Sementara itu Harianto selaku Ketua LPMK Kelurahan Mulyorejo menjelaskan GMS bisa menampung sebanyak 20 orang pasien Isolasi Mandiri dan maksimal 25 orang. Warga sebenarnya bukan menolak bangunan eks keluirahan digunakan untuk tempat isoman namun minta diberikan sosialisasi.
“Warga minta sosialisasi dan pemahaman dan setelah melakukan pendekatan melalui sejumlah tokoh masyrakat di tingkat RT dan RW dan Alhamdulillah Griya Mulyorejo Sehat ini sangat dibutuhkan warga,” kata Harianto, Sabtu (24/7/2021).

Ditambahkannya GMS tersebui diperuntukkan bagi bagi warga Mulyorejo yang rumahnya hanya satu petak dan tidak bisa berisolasi dengan baik sehingga bisa melakukan Isoman di eks kelurahan Mulyorejo (GMS) dengan cukup menunjukkan swab PCR antigen positif.
“Besok GMS ini dioperasikan karena pembenahan sudah selesai, tenaga kesehatan sudah siap, RT/RW juga membantu, Linmas, Satpol PP dan Kelurahan Mulyorejo juga sudah membantu.” pungkas Harianto. (ted)






