Malang(beritajatim.com) – Takmir Masjid Agung Jami’ Kota Malang memutuskan meniadakan salat hari raya Idul Adha pada Selasa, 20 Juli 2021 besok. Alasan peniadaan karena masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Ketua Takmir Masjid Agung Jami’ Kota Malang, Mahmudi Muhid mengatakan, masjid yang berada di Jalan Merdeka Barat, Kota Malang itu memang tidak melaksanakan salat Idul Adha secara akbar. Salat Idul Adha hanya untuk marbot dan pengurus takmir saja.
“Mulai marbot dan karyawan takmir masjid, mungkin ada sekitar 75 hingga 100 orang saja. Untuk penyembelihan juga kita tiadakan tahun ini karena kondisinya belum memungkinkan,” ujar Mahmudi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”iduk-adha”]
Mahmudi mengatakan, meski tidak ada salat Idul Fitri takmir masjid tetap melakukan ceramah yang disiarkan di radio dan pengeras suara masjid. Mereka tetap berusaha merayakan hari raya dengan suka cita meski kali ini harus dilakukan dengan pembatasan orang di dalam masjid. Dan bagi jemaah cukup di rumah saja.
“Jadi, meski tidak ada perayaan secara fisik, namun masih ada rengeng-rengengnya. Saya harap masyarakat tetap menyambut Idul Adha dengan suka cita. Beribadah dan berdoa dari rumah saja,” kata Mahmudi.
Takmir Masjid Agung Jami’ bahkan meminta maaf kepada jemaah karena tidak bisa melaksanakan salat berjamaah. Menurutnya, keputusan ini demi mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Untuk penyembelihan mereka juga menyarankan jemaah memanfaatkan Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang.
“Sekali lagi, kami mohon maaf. Semoga wabah ini segera berlalu, caranya, warga beribadah dan berdoa dari rumah saja. Kita sama-sama saling jaga untuk yang berkorban sebaiknya melalui RPH,” tandasnya. (Luc/kun)






