Gresik (beritajatim.com) – Kasus Covid-19 yang terus melonjak di wilayah Gresik membuat puluhan petugas setempat turun ke bawah (Turba) dengan menyasar kepada pengguna jalan. Langkah ini diambil untuk menekan mobilitas masyarakat serta penyebaran virus covid terkait pemberlakuan PPKM Darurat.
Bertempat di depan Kantor Bupati Gresik, operasi yustisi PPKM Darurat dipimpin langsung oleh AKBP Arief Fitrianto menyasar pada pengguna jalan memeriksa setiap kendaraan yang melintas. Terutama kendaraan luar daerah. Petugas memeriksa dokumen kelengkapan perjalanan seperti surat vaksin, rapid tes antigen dan identitas diri.
“Selama pemberlakukan PPKM Darurat 3 – 20 Juli 2021. Mobilitas masyarakat dibatasi. Kecuali kegiatan-kegiatan esensial atau kritikal,” ujarnya, Rabu (7/07/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”PPKM”]
Dengan menggulirkan gerakan Gresik Jaman Now. Jangan Kemana-mana, Nang Omah Wae. Gerakan ini digaungkan mengurangi mobilitas dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.
Arief menjelaslan pihaknya mengingatkan bahwa hari ini sektor non esensial menerapkan 100 persen work from home (WFH). Sedangkan sektor esensial 50 persen WFH dan sektor kritikal 100 persen work from office (WFO) dengan catatan menerapkan disiplin protokol kesehatan.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu disiplin menaati protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan. Hal ini penting dalam ikhtiar keluar dari pandemi Covid-19,” paparnya.
Alumnus Akpol 2001 menghimbau kesadaran masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan. Seiring meningkatnya kasus sebaran virus jahat asal wuhan, China, juga masuknya varian baru di berbagai daerah. Masyarakat diminta lebih ketat menerapkan prokes. [dny/kun]






