Surabaya (beritajatim.com) – Hari kedua vaksinasi massal Covid-19 di Gelora 10 November Tambaksari sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19 di Surabaya dihadihadihari oleh ribuan warga Surabaya.
Ribuan warga telah antri diluar stadion dan antusias dalam menghadiri Gebyar Vaksinasi Massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya. Terlihat ribuan orang yang datang di lokasi Gelora 10 November Surabaya pada Rabu siang (7/7/2021).
Akibatnya sedikit terjadi kerumunan dan membuat Wali Kota Surabaya berang dan marah kemudian turun tangan mengurai massa yang duduk di tribun tidak menjaga jarak.
“Ayo yang atas geser cepat, tak buyarno temen kalau gak manut (saya bubarkan kalau tidak nurut),” teriak Eri Cahyadi saat mengkomando massa di tribun stadion Tambaksari Surabaya, Rabu (7/7/2021).
Pada penyelenggaraan program vaksinasi ini Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Relawan Surabaya Memanggil. Selain itu juga mengerahkan Linmas, Satpol PP dan TNI-Polri untuk mengatur keamanan dan ketertiban selama vaksinasi berlangsung.
Berdasarkan keterangan pada poster digital yang diunggah oleh akun instagram @surabaya, gebyar vaksinasi massal ini diklaim dibantu oleh 1.000 tenaga medis.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-surabaya”]
Vaksinasi ini diperuntukan bagi warga Surabaya yang berusia 18 tahun ke atas dan belum pernah divaksin sebelumnya. Persyaratan lain untuk mendapat vaksin adalah membawa fotocopy KTP Surabaya dan mengisi formulir dari petugas atau bisa diunduh sendiri. Sedangkan bagi warga luar Surabaya namun tinggal di Surabaya ditambah melampirkan surat keterangan domisili RT/RW.

Ida seorang warga Surabaya berdomisili Wonorejo yang mengikuti vaksinasi pada pada hari Rabu (7/7/2021) mengaku bahwa cukup senang dengan diselenggarakannya vaksinasi gratis ini.
“Ya alhamdulillah saya sudah divaksin, meskipun harus mengantre. Mungkin karena saya datangnya siang jadi ramai,” ujarnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat ditemui mengungkapkan telah menyediakan 500 tenaga medis atau suntik, 500 orang scrrening dan 500 orang yang melakukan tensi sehingga bisa cepat.
“Target kita sehari 50 ribu,” pungkas Eri Cahyadi. (dik/ted)






