Surabaya (beritajatim.com) – Akses masuk jalan menuju Kota Surabaya tepatnya di bundaran Waru depan Mal City of Tomorow (Cito) ditutup total.
Polisi memasang Barrier atau penyekat warna oranye. Kendaraan dari luar Kota Surabaya diminta putar balik kembali atau mencari jalan alternatif.
“Silahkan mencari jalan alternatif, akses masuk ditutup, ayo jalan terus” teriak petugas melalui pengeras suara, Rabu (7/7/2021).
Sejumlah pengendara kebingungan dan terlihat banyak yang bertanya dan membunyikan klakson agar bisa masuk Kota Surabaya melalui jalan A Yani. Kemacetan akhirnya tak terhindari hingga mencapai 2 KM lebih.
Penutupan ini dilakukan sesuai dengan PPKM Darurat mulai tanggal 3-20 Juli. Penjagaan di akses masuk menuju Surabaya dijaga ketat oleh petugas Brimob dengan membawa senjata otomatis.
Perkecualian kendaraan yang boleh lewat menuju Kota Surabaya hanya kendaraan yang membawa oksigen dan ambulan diperbolehkan masuk dan dibuka oleh petugas.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ppkm-darurat”]
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut bahwa untuk menurunkan kasus konfirmasi harian, dibutuhkan pengurangan mobilitas warga minimal sebanyak 30 persen. Lebih baik lagi jika penurunan mobilitas tersebut bisa mencapai angka 50 persen.
“Jadi kita berharap kalau bisa dalam minggu ini kita sudah dekat 50 (persen), saya kira minggu depan kita akan mulai lihat flattening, kemudian kita akan melihat secara perlahan dia (kasus Covid-19) mulai menurun,” ujar Luhut dalam keterangan pers secara virtual usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi video pada Selasa, 6 Juli 2021.

Menurut Luhut, pemantauan mobilitas warga selama PPKM Darurat ini dilakukan melalui Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Light dari NASA. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, lanjut Luhut, telah terjadi penurunan mobilitas masyarakat meskipun masih belum signifikan.
“Ini saya kira sudah jalan dan kalau Anda lihat sudah terjadi penurunan mobilitas, namun masih jauh dari yang kita harapkan. Jatim serta Bali masih terlihat paling rendah dan kita akan dorong supaya itu lebih jalan,” jelasnya. (ted)






