Malang (beritajatim.com) – Diduga kaget dan ngantuk melihat Barrier atau rambu penyekatan jalan yang dipasang selama masa PPKM Darurat, sopir Bus Handoyo yang melintas di pertigaan Jalur lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Selasa (6/7) dini hari, sekitar pukul 02.20 Wib, terguling setelah menghantam motor dan mobil milik anggota Satlantas.
Bus melaju hingga menabrak bagian samping Pos Polisi Lalu Lintas ditempat itu. Diduga, saat tabrakan terjadi, sopir bus mengantuk.
Kasat Lantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut. “Benar sebelahnya bangunan di sebelah pos lantas, bukan pos lantasnya yang tertabrak. Tapi sisi samping,” ungkap Agung, dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (6/7/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
Menurut Agung, bus yang melaju dari Utara ke Selatan itu melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga sang sopir mengantuk sehingga bus yang dia kendarai tidak bisa dikendalikan. “Out of control (hilang kendali), peristiwa ini bukan dampak dari Pemadaman lampu penerangan jalan,” tegasnya.
Kata Agung, di depan pos lantas Jalibar tersebut masih ada penerangan jalan, bahkan di Water barrier juga ada penerangannya. “Peristiwa itu terjadi dini hari tadi, diduga sopir ngantuk dan hilang kendali,” paparnya.
Agung mengatakan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, walau ada petugas yang berjaga di dalam pos lantas tersebut. “Untuk korban jiwa nihil,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Barrier penyekat jalan ini biasanya mulai dipasang diatas pukul 21.00 Wib selama masa PPKM Darurat di Kabupaten Malang. Penyekatan dengan memasang Barrier ditengah jalan ini, untuk meminimalir mobilitas masyarakat selama waktu PPKM Darurat diberlakukan.
Pantauan beritajatim.com, Barrier penyekat jalan ini biasanya terpasang pada malam hari. Selain kawasan Jalan Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Barrier penyekat jalan juga dilakukan petugas di perempatan lampu merah Jalan Raya Ahmad Yani, kota Kepanjen. (yog/kun)






