Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran (SE) percepatan vaksinasi Covid-19 bagi Kepala Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota. SE Nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 tersebut bagi masyarakat rentan, masyarakat umum lainnya dan anak usia 12 tahun sampai 17 tahun.
Dikeluarkannya SE tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan, mulai dari peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada usia anak anak, dimana sampai dengan tanggal 29 Juni 2021 tercatat lebih dari 2 juta orang terkonfirmasi Covid-19. Di mana 10,6 persen di antaranya yaitu lebih dari 200 ribuan merupakan kasus aktif.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksin”]
Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati mengatakan, kondisi saat ini dalam situasi jika masyarakat tidak digerakkan secara serentak tidak akan bergerak karena himbauan pemerintah selama ini tidak diindahkan. “Seperti tempat ibadah, tidak digembor-gemborkan maka tidak menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya, Sabtu (3/7/2021).
Padahal, lanjut Bupati, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto belum sampai 20 persen dari yang ditargetkan sebelumnya yakni usia 18 tahun ke atas. Apalagi saat ini, pemerintah menambah usia penduduk yang harus menjalani vaksinasi yakni anak-anak usia 12 tahun juga harus menjalani vaksinasi Covid-19.
“Kemarin kan 18 tahun hingga lansia, dengan ditambahnya ini jumlah juga semakin bertambah. Usia 18 tahun sampai lansia, ada sebanyak 886.000 orang di Kabupaten Mojokerto yang harus di vaksin. Ditambah usia anak-anak 12 tahun, belum kita hitung. Di angka 886.000 saja, kita belum menyentuh 20 persen,” katanya.
Belum tercapainya target jumlah warga yang menjalani vaksinasi Covid-19 karena bukan rana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Lantaran jumlah dosis vaksin yang didapat Pemkab Mojokerto yang menentukan adalah pemerintah pusat. Menurutnya, saat vaksin datang langsung dilakukan vaksinasi kepada warga.
“Vaksin datang, habis. Vaksin datang, habis. Sehari itu. Kita punya 43 vaksinator, 2 vaksinator itu sehari bisa melayani 200 orang divaksin. Dua grup jadi satu, katakanlah 44 vaksinator dijadikan dua grup kali 200 sudah berapa yang kita vaksin. Vaksin habis, habis jadi kelelahan teman-teman vaksinator,” ujarnya. [tin/suf]







