Pamekasan (beritajatim.com) – Kabupaten Pamekasan membutuhkantempat perawatan tambahan untuk pasien positif Coronavirus Disiase 2019 yang saat ini terus meningkat, khususnya dalam beberapa pekan terakhir.
Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat saat disinggung soal kebijakan mendirikan tempat perawatan berupa tenda darurat di halaman rumah sakit akibat ruang rumah sakit tidak mampu menampung pasien alias overload.
“Selama ini di kabupaten Pamekasan, perawatan pasien Covid hanya dilakukan di tiga lokasi berbeda. Masing-masing di RSUD Smart, RS Mohammad Noer atau Rumah Sakit Paru, serta RSUD Waru,” kata dr Syaiful Hidayat, Jum’at (2/7/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”rsud-smart”]
Termasuk penambahan tenda darurat di halaman rumah sakit pelat merah yang terletak di Jl Raya Panglegur, dilakukan sebagai langkah antisipatif akibat banyaknya pasien dalam beberapa hari terakhir. “Saat ini ruang UGD (Unit Gawat Darurat) juga dijadikan sebagai ruang perawatan untuk pasien positif Covid-19,” ungkapnya.
“Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, jumlah pasien yang datang dan dirujuk ke rumah sakit sekitar 10 hingga 20 orang setiap hari. Jadi pasien yang datang kita langsung tangani di tenda darurat, sementara untuk UGD kita fungsikan untuk perawatan pasien Covid,” jelasnya.
Disinggung soal Islamic Centre dan Homestay Asri di Jl Raya Panglegur, yang sempat dijadikan sebagai lokasi perawatan pasien positif Covid-19. Ia menegaskan di dua lokasi tersebut difungsikan untuk pasien yang menjalani tahap isolasi mandiri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tim-satgas-covid-19″]
“Jadi untuk perawatan pasien positif Covid itu, dibutuhkan peralatan yang lengkap dan memadai. Kami kira selain tenda darurat juga bisa memfungsikan Puskesmas tertentu, namun hal itu merupakan wewenang dari Dinkes (Dinas Kesehatan) Pamekasan,” pungkasnya.
Berdasar update peta sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, Kamis (1/7/2021). Angka pasien positif terdata sebanyak 1.338 orang. Meliputi sebanyak 109 orang dalam tahap isolasi, 1.117 orang dinyatakan sembuh pasca menjalani perawatan intensif, serta 112 orang lainnya meninggal dunia.
Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1.429 orang, meliputi sebanyak 17 orang dalam tahap pengawasan, 110 orang meninggal dunia, serta sebanyak 1.302 orang lainnya dinyatakan selesai pengawasan alias Negatif Covid-19. [pin/kun]






