Bondowoso (beritajatim.com) – Petani kopi di Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menghadapi sejumlah persoalan yang harus segera diatasi. Mereka membudidayakan kopi arabika Ijen-Raung.
Curhat ini, menurut siaran pers yang dilansir Humas Universitas Jember, Kamis (1/7/2021), curhat itu muncul dalam kegiatan pembinaan petani kopi di Sumber Wringin, 26 Juni 2021 lalu.
Sholeh, salah satu petani, minta agar ada penyuluh pertanian khusus kopi yang ditempatkan di Kecamatan Sumber Wringin. Bu Sundari dari kelompok Srikandi Kopi mengeluhkan kendala susahnya proses mencari izin legalitas produk-produk yang mereka hasilkan, seperti masker kecantikan dari kopi, sabun kopi dan lainnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kopi”]
Anwar, petani lainnya, mengatakan, sekali panen bisa memperoleh 2-3 ton kopi dari setengah hektar lahan miliknya. Setahun kopi bisa dipanen dua kali jika dirawat dengan baik. Selama ini ia menjualnya secara gelondongan kepada tengkulak. “Biasanya dihargai paling tinggi Rp 9 ribu per kilogramnya,” katanya.
Menurut Anwar, sebenarnya harga kopi akan lebih tinggi jika diolah. Biji kopi yang sudah diolah dengan melewati penjemuran yang baik bisa mencapai harga Rp 250 ribu per kilogramnya. Harga makin tinggi jika sudah diolah menjadi kopi bubuk. “Tapi saya butuh uang segera, sementara modal untuk mengolah kopi belum ada,” kata pria yang sudah lima tahun membudidayakan kopi.
Ali Badrudin, Sekretaris I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengatakan, pihaknya telah mengadakan pertemuan secara daring dengan kurator kopi yang juga sekaligus roastery handal asal Bandung, Ferry Kusnadi.
“Dari diskusi yang kami lakukan, disepakati kami akan mengirimkan contoh kopi Raung-Ijen untuk menjalani proses penyangraian oleh Ferry Kusnadi. Dari hasil penyangraian ini nanti ditentukan akan kami tawarkan kepada pembeli dari mana,” kata Ali.
Menurut Ali, setiap pembeli punya selera dan keinginan masing-masing. “Tapi secara umum kopi Raung-Ijen Sumber Wringin diakui memiliki cita rasa khas, layak menyandang nama speciality coffee,” katanya. [wir/kun]






