Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan Bupati Hendy Siswanto agar tidak mengulangi langkah Bupati Faida dalam pembangunan infrastruktur.
“Jangan membikin program baru yang belum jelas, seperti mau memindah lokasi pusat pemerintahan. Ngapain? Hari ini tidak butuh kantor (baru),” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Jember Ayub Junaidi, Senin (28/6/2021).
“Kita tidak tahu kapan Covid selesai, dan ini mengubah budaya kita. Semua dikerjakan online. Lah ngapain kita investasi ratusan miliar untuk pembangunan kantor. Wong sekarang sudah bisa WFH (Work From Home),” kata Ayub.
Ayub menyarankan agar rencana anggaran untuk pemindahan gedung pemerintahan digunakan untuk penanganan Covid-19. “Contoh Pak Hendy kemarin bekerjasama dengan OK-Oce, monggo asal untuk kepentingan mengungkit UMKM,” katanya.
Ayub khawatir bakal ada monumen baru jika Hendy memaksakan pemindahan lokasi pemerintahan. Ia mencontohkan pembangunan asrama haji yang mangkrak pada zaman pemerintahan Bupati Faida.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
“Masa mau jadi monumen itu? Berapa uang sudah tertanam di situ. Suatu saat membangun (gedung perkantoran baru) tidak selesai, kita kan tidak tahu masa jabatan Pak Hendy. Maksimal Pak Hendy dua periode, lalu (bangunan itu) tidak jadi, dan kemudian tidak dilanjutkan bupati baru, apa mau jadi monumen lagi?” kata Ayub.
Sebelumnya, pada masa awal menjabat, Hendy memang menginginkan agar lokasi pusat pemerintahan Jember dipindahkan. Ia menilai pusat pemerintahan saat ini kurang representatif. [wir/but]






