Ponorogo (beritajatim.com) – Pertambahan kasus positif terus terjadi di bumi reyog. Data terakhir dari instagram @dinkesjatim mencatat, kumulatif positif Ponorogo sebanyak 4.548 kasus. Dengan jumlah kesembuhan ada 3.913 kasus, sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal ada 487 orang. Saat ini jumlah kasus positif aktif tembus diangka 148 orang.
Dengan keadaan tersebut, BNPB akhirnya menetapkan Ponorogo kembali ke zona merah Covid-19. Di Jawa Timur, saat ini hanya ada 3 zona merah, yakni Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Bangkalan.
“Merespon terjerembabnya lagi Ponorogo ke zona merah, kami dari Forkopimda dan elemen terkait intinya akan melakukan pembatasan-pembatasan seperti dulu,” kata Wakil Bupati Lisdyarita, Kamis (24/6/2021).
Selain itu, Pemkab Ponorogo juga akan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro lagi. Bunda Rita sapaan akrab Lisdyarita berharap masyarakat untuk bersabar. Sebab jika proses pembatasan ini tidak dijalankan, maka kasus covid-19 di Ponorogo bisa lebih besar lagi.
“Takutnya nakes juga sudah kewalahan. Sehingga kami berupaya menjaga semuanya. Jadi harus bersabar semuanya,” katanya.
Rita menyebut kegiatan masyarakat masi tetap berjalan tetapi harus dengan prokes yang ketat. Acara hajatan diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen. Namun tidak boleh makan di tempat, harus dibawa pulang. Begitupun dengan pariwisata juga tetap boleh berjalan. Dengan selang 2-3 jam petugas melakukan keliling untuk mengingatkan pengunjung selalu prokes.
“Sekolah boleh tapi 50 persen, karena tidak ada klaster dari sekolahan. Tetapi bila nanti ada klasternya, ya harus ditutup sementara,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Terkait dengan perkembangan Covid-19 di bumi reyog, ibarat peribahasa Ponorogo itu sudah jatuh tertimpa tangga. Kejadian demi kejadian melanda Ponorogo. Mulai dari Bupati dan istrinya yang terkonfirmasi positif, BOR Isolasi dan BOR ICU di rumah sakit rujukan yang hampir penuh. Puncaknya BNPB menetapkan Ponorogo sebagai zona merah Covid-19. Atas fakta-fakta yang terjadi beberapa hari ini, masyarakat diharapkan percaya kalau Covid-19 itu memang ada. Sehingga mereka patuh pada prokes dengan menjaga jarak, sering cuci tangan dan menjaga jarak. [end/but]






