Jember (beritajatim.com) – Semua orang tua calon siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah kejuruan milik Lembaga Pendidikan Perjuangan Islam Bustanul Ulum (IBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur wajib menandatangani kontrak perjanjian anak-anak mereka tidak menikah hingga hingga lulus.
Yayasan IBU dipimpin Hafidi Cholis, anggota DPRD Jember dari Partai Kebangkitan Bangsa, ini menaungi madrasah ibtidaiyah, SMP, SMK, dan pondok pesantren dengan jumlah anak didik sekitar 5.200 orang. Lembaga ini berdiri pada 12 Juni 2006 dan SMK IBU berdiri 26 Juli 2009 dengan diresmikan oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.
“Sejak awal lembaga pendidikan ini berdiri bertujuan mencegah terjadinya pernikahan dini di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah Jember timur, ketika anak lulus sekolah dasar,” kata Hafidi, Jumat (21/5/2021).
Mudah ditemui anak berusia 13 dan 14 tahun dinikahkan oleh orangtua mereka. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi lembaga pendidikan IBU,” kata Hafidi.
Dari sinilah muncul gagasan kontrak pendidikan. “Kontrak pendidikan bagi siswa dan santri ini untuk mengikat kesungguhan kerjasama antara orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga, khususnya pengasuh lembaga pendidikan,” kata Hafidi.
Dengan kontrak pendidikan ini, orang tua berjanji mendukung proses pendidikan yang dijalani anak-anak dan tak akan mengganggu anak-anak mereka dengan kepentingan pribadi. Orang tua juga menyerahkan sepenuhnya anak mereka kepada pengasuh dalam masa pendidikan anak. “Orang tua tidak akan menuntut perdata dan pidana (kepada pengasuh) atas tindakan kedisplinan terhadap anak mereka. Ini untuk terciptanya moral dan akhlak bagi siswa,” kata Hafidi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Kontrak pendidikan ini juga ditandatangani dan disaksikan kepala desa setempat di mana orang tua dan anak berdomisili. Konsekuensinya Yayasan IBU memberikan fasilitas pendidikan terbaik. “Sejak awal kami sudah menggratiskan sarana antar jemput sekolah. Awalnya kami punya dua bus, sekarang sudah 20 bus angkutan antar jemput siswa,” kata Hafidi.
Yayasan IBU di Kecamatan Pakusari ini mendapat kunjungan dari Direktur Pembinaan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar R.S. Terr Pratiknyo hari ini. Ia memantau pelaksanaan protokol kesehatan di pesantren dan kerjasama menekan laju perkembangan Covid-19. “Beliau juga ingin tahu sejauh mana kerangka pola pelaksanaan dan sistem model pembelajaran di Lembaga Pendidikan Perjuangan IBU Pakusari,” kata Hafidi. [wir/but]






