Kediri (beritajatim.com) – Sepanjang ramadan ini, Forum RT dan RW Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri menyelenggarakan Pasar Ramadan. Selama 25 hari terakhir, perputaran uang dari aktivitas pasar dadakan tersebut dikalkulasi mencapai ratusan juta rupiah.
Bahkan, Kepala Desa Maesan, Ahmad mengaku, tidak menyangka sekaligus takjub dengan besarnya potensi ekonomi yang dihasilkan. “Kalau sehari saja omset satu stand pedagang antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Bila dikalikan dengan 30-50 stand, sudah mencapai puluhan juta rupiah sehari saja,” kata Ahmad disela-sela acara penutupan Pasar Ramadan Desa Maesan, pada Jumat (7/5/2021) petang.
Hari ini, Pemdes Maesan secara resmi menutup Pasar Ramadan. Alasannya, adalah persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Terhitung selama 25 hari pasar dadakan tersebut beroperasi. Bila omset sebulan tidak kurang dari Rp 100 juta, maka potensi perputaran uang selama pasar beroprasi, menembus angka ratusan juta rupiah.

Pasar Ramadan Desa Maesan ini diinisiasi oleh Forum RT dan RW Desa Maesan. Pasar dadakan dibuka secara sederhana di kawasan Lapangan Desa setempat. Panitia menyediakan stand berdagang di pinggir jalan raya sejumlah 50 tempat. Pasar mulai beroperasi sejak satu ramadan lalu dan hingga hari ini. Pasar yang buka tiap sore hingga malam hari ini selalu diserbu oleh warga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kabupaten-Kediri”]
Selain menyediakan aneka kebutuhan buka puasa, seperti takjil serta makanan dan minuman lain, juga berbagai produk UMKM unggulan. Memang, dari awal berdirinya Pasar Ramadan ini, panitia penyelenggara menginginkan adanya pemulihan ekonomi di tengah bencana non alam korona yang berkepanjangan, melalui penjualan produk UMKM. Dan hal tersebut ternyata terbukti.
Kades Ahmad, berharap panitia bisa lebih meningkatkan inovasinya dalam membuka Pasar Ramadan tahun berikutnya. Pesan yang sama ditujukan pada para pedagang. Kades menginginkan agar pedagang bisa meningkatkan kulitas produk yang dijual. Sehingga, masyarakat yang datang pun semakin antusias.
“Semoga pada tahun mendatang, Covid-19 sudah hilang. Sehingga untuk pelaksanaan Pasar Ramadan yang sudah menjadi kesepakatan bersama, bisa kita adakan lebih besar dan lebih meriah lagi,” harapnya.

”Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia serta apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam gelar kegiatan Pasar Ramadan ini. Tentunya tetap dengan memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan,” katanya.
Sementara itu, penutupan Pasar Ramadan Maesan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Ahmad. Potongan nasi tumpeng kemudian diberikan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa Maesan serta perwakilan pedagang. Acara kemudian ditutup dengan buka bersama dengan panitia serta pedagang. [nm/ted].






