Gresik (beritajatim.com) – Sempat vakum setahun akibat pandemi Covid-19, tradisi pasar bandeng di Kabupaten Gresik kembali digelar dengan mengkedepankan protokol kesehatan (Prokes). Ada 10 titik pasar bandeng yang telah dilaksanakan. Nantinya, ikan bandeng milik petani tambak asal Gresik akan masuk dalam tahapan kontes.
Tim dari Dinas Perikanan telah memantau tiga titik tambak milik petani di Gresik. Mulai dari wilayah Pulau Mengare, Kecamatan Bungah dan Kecamatan Ujungpangkah.
Salah satu petambak yang ikut kontes bandeng adalah Syaifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Dirinya, panen bandeng dan hanya memanen ikan bandeng dengan ukuran jumbo atau kawak.
Berat bandeng jumbo itu bisa diatas lima kilogram. Ikan bandeng berukuran besar itu dipanen diangkat dan ditimbang. Tradisi Mirik atau panen ini dilakukan secara gotong royong dengan menebar jaring melingkari tambak. Mereka turun ke dalam tambak menarik jaring secara perlahan agar bandeng tidak stres. Kemudian dipilah bandeng yang berukuran besar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bandeng”]
Bandeng berukuran jumbo yang terjaring kemudian ditangkap menggunakan sarung. Tujuannya agar tidak lepas dan kulit sisiknya tidak rusak. Dengan berat lebih dari 5 kilogram kemudian dilombakan dalam festival Bandeng yang digelar pada malam 27 Bulan Ramadan. “Di tambak kami ada sekitar 20 puluh ekor bandeng kawak. Usianya hampir 10 tahun,” ujar Syaifullah Mahdi, Jumat (7/05/2021).
Syaifullah Mahdi mengaku siap mendukung penuh Nawa Karsa Gresik Baru. Dirinya, ingin mengembalikan kejayaan khususnya dulu sebagai bandeng paling besar. “Ini mau dibuat kontes bandeng raksasa, kita mendukung penuh pemerintah kabupaten Gresik, sekaligus mengembalikan Gresik sebagai agropolitan, yang terkenal dengan hasil bandengnya, sebelum pandemi saya pernah juara, ini tadi yang ditangkap beratnya lima kilo lebih,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perikanan, Choirul Anam menerangkan kegiatan ini dalam rangka mengapresiasi para petani bandeng. Selama ini, mereka memelihara dan membudidaya bandeng. “Kedatangani kami semata mata hanya untuk menyaksikan jangan sampai bandeng yang diikutkan lomba atau kontes bandeng beli dari luar Gresik atau luar pulau,” pungkasnya. [dny/kun]






