Surabaya (beritajatim.com) – Laznas LMI terus bergerak untuk membangun kemaslahatan umat. Kali ini Laznas LMI berkunjung ke Desa Miliader di Tuban.
Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur kini dijuluki ‘kampung miliarder’. Sebab, ratusan warga setempat mendadak jadi kaya raya setelah menjual tanahnya kepada PT Pertamina untuk kepentingan proyek pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR) yang bekerja sama dengan perusahaan Rusia, Rosneft.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tuban”]
Rata-rata warga desa setempat itu mendapat uang Rp 8 miliar usai menjual lahannya untuk kepentingan proyek kilang minyak. Bahkan, ada satu petani yang mengantongi uang lebih Rp 26 miliar usai jual lahannya.
Mengetahui hal tersebut, Laznas LMI sebagai lembaga zakat mendapat kesempatan untuk kunjungan dalam rangka silaturrahim dan sharing terkait peran optimalisasi lembaga zakat dalam memberdayakan masyarakat melalui ZISWAF.
“Tadi pagi kami melakukan sosialisasi dan edukasi tentang ziswaf dan optimalisasi peran mitra pemberdayaan masyarakat,” ujar Ozi Riyanto, Direktur Pemasaran dan Kemitraan Laznas LMI saat di lokasi, Rabu (24/2/2021).
Ozi, sapaan akrabnya, berharap semakin banyak masyarakat yang sadar ZISWAF. “Sehingga harta yang diperoleh semakin berkah dan semakin banyak yang terberdayakan,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ozi didampingi oleh haris Efendi selaku Manajer Wakaf Laznas LMI dan Luqman Hadi selaku Manajer Kemitraan Laznas LMI.
Senada dengan hal itu, Gihanto, selaku Kepada Desa, mengaku bersyukur atas kedatangan tim dari Laznas LMI. “Kami menyambut baik atas kunjungan Laznas LMI dan kami akan menyediakan waktu kembali bersama warga sebagai follow up atas pertemuan tadi di waktu yang akan datang,” pungkasnya. [adg/suf]






