Surabaya (beritajatim.com) – Aksi massa yang menyuarakan aksi Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) mulai ricuh. Bahkan salah satu sisi pagar bagian depan Grahadi berhasil dijebol massa.
Massa yang didominasi oleh mahasiswa dan siswa mulai saling bersahutan menyuarakan penolakan Omnibus Law tersebut.
“Revolusi.. Revolusi.. Revolusi..,” kata salah satu orator.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demo-uu-cipta-kerja”]
Para pendem merusak pagar berduri dan pagar Gedung Grahadi. Aksi saling dorong pun tak terelakkan. Hanya saja, usai berhasil menjebol pagar depan Grahadi, massa aksi memilih mundur teratur.
“Pak polisi. Pak polisi. Tugasmu mengayomi,” teriak para pendemo.
https://www.youtube.com/watch?v=ekt9V1CYjeA
Selain aksi saling kejar-kejaran dan saling lempar antara massa aksi dan petugas gabungan, suara dentuman letusan petasan juga terus mewarnai lokasi. [ifw/but]






