Kediri (beritajatim.com) — Dramacoustic yang menjadi agenda tahunan dari program English Massive (Emass) kembali digelar. Dalam gelaran ini, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar juga melaunching program baru yakni Qur’an Massive (Qurma), Jumat (20/12/2019) bertempat di IKCC.
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan Dramacoustic English Massive ini sebenarnya untuk mengukur sejauh mana program yang telah berjalan selama empat tahun ini bermanfaat.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]Pria yang akrab disapa Mas Abu ini menjelaskan setelah sukses dengan English Massive Pemerintah Kota Kediri membuat program Qur’an Massive. “Kita akan lebih dalam lagi mempelajari Al-Qur’an secara gratis untuk masyarakat Kota Kediri. Tentunya mereka akan diberikan banyak hal selain membaca Al-Qur’an dan diselipi mengartikan. Intinya kita ingin ciptakan generasi di Kota Kediri yang unggul dan berdaya saing serta memiliki kesalihan,” jelasnya.

Dengan adanya English Massive dan Qur’an Massive, Mas Abu berharap generasi penerus di Kota Kediri dapat menjadi generasi yang unggul dan memiliki kesalihan sosial. “Supaya anak-anak kita ini tidak jadi orang yang pintar namun keblinger. Kita ingin mereka jadi orang yang pintar dan bermanfaat. _Insya Allah_ kalau sudah seperti itu tidak ada lagi yang namanya teroris. Karena mereka tidak mudah ditipu apalagi didoktrin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar juga menyaksikan penampilan drama dari tiga finalis Dramacoustic 2019. Yakni, Anak Mandiri Ngronggo, MCT 5 Mojoroto dan GBE Community Bujel. Penampilan menarik tiga finalis ini berhasil menarik perhatian dewan juri dan juga tamu undangan yang hadir. Anak Mandiri Ngronggo berhasil keluar sebagai juara I, lalu MCT 5 Mojoroto sebagai juara II, dan GBE Community Bujel sebagai juara III. Serta penghargaan _The Best Shinning Tutor_ jatuh kepada Enny Mustika.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Djalil, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri Fauzan Saleh, perwakilan instansi vertikal Kota Kediri, para Kepala OPD terkait, camat, tutor Emass, penanggung jawab Emass, dan LPTQ. [adv humas/nng].






