Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 362 PNS di lingkungan Pemkab Kediri menerima SK Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2019. SK tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul.
Dalam sambutannya, Kepala BKD Kab. Kediri Dr. Mohammad Solikin, MAP. menyampaikan, penyerahan SK Kenaikan Pangkat ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, dimana selama 4 tahun terakhir, SK diserahkan secara langsung kepada PNS bersangkutan.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-kediri”]Pada kesempatan tersebut terdapat 5 orang PNS yang menerima SK Kenaikan Pangkat IV.c, terdiri dari 4 pejabat struktural dan 1 orang pejabat fungsional apoteker. Empat pejabat stuktural tersebut antara lain Sekda Dede Sujana, S. Sos. MSi, Kepala Bakesbangpol Drs. Mujahid, MM, Kepala Dinas Perhubungan, Joko Suwono, S.Sos. MAP, dan Staf Ahli, Joko Suskiono, SH, MH. Sedangkan SK untuk 1 orang pejabat fungsional apoteker masih dalam proses.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-kediri”]
Jumlah terbanyak pada periode kali ini adalah dari fungsional guru sebanyak 205 orang, atau 56% dari total usulan. Kemudian 93 orang dari fungsional kesehatan dan sisanya dari SKPD lainnya.
Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, kegiatan Penyerahan SK Kenaikan Pangkat sebelum TMT (terhitung mulai tanggal) merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan dan pelayanan di bidang kepegawaian.

“Kenaikan pangkat/jabatan bukanlah hak, melainkan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian ASN terhadap negara. Banyak pertimbangan yang dijadikan dasar pengambilan kebijakan untuk memberikan kenaikan pangkat ini. Jadi khusus untuk kebijakan pemberian pangkat, pertimbangan penilaian prestasi kerja adalah yang paling utama. Pesan saya bekerjalah dengan hati,” lanjut beliau.
Pada akhir acara, para ASN mendapatkan pengarahan dan pembinaan dari Drs. Eko Ediono, MS.i dari TP3 Kabupaten Kediri. Ia berpesan agar ASN yang naik pangkat pada hari ini bisa meningkatkan sumber daya manusia, terutama dimulai dari integritas diri, yaitu sinkronisasi antara ucapan, tindakan, pikiran dan hati.
Apa yang diucapkan ASN, harus sama dengan yang dilakukan dan dipikirkannya, jangan sampai tidak sinkron dengan kenyataannya. Integritas diri adalah modal utama untuk menuju ke integritas sosial. [adv kominfo/nng].






