Jombang (beritajatim.com) – Tangis M Safiul Anam (22) langsung pecah begitu melihat jasad ayahnya, Syaifulloh (58), gosong di lahan tebu Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang, Rabu (28/8/2019).
Tubuh Syaifulloh melepuh dan hangus. Korban tertelungkup di tengah sawah. Sisa-sisa pembakaran daun tebu juga terlihat jelas di lahan tersebut. Melihat hal itu, Safiul kemudian memberitahukan kejadian tersebut ke tetangga dan perangkat desa setempat.
Oleh perangkat desa, temuan tersebut dilaporkan ke Polsek Diwek. Sejurus kemudian, korps berseragam coklat mendatangi lokasi. Mereka melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Beberapa warga juga dimintai keterangan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tewas”]
Safiul mengatakan, sejak semalam dirinya bingung mencari keberadaan orang tuanya. Pasalnya, sejak berangkat ke sawah pagi hari, sang ayah tak kunjung pulang hingga malam. Saat berangkat, korban pamit hendak membakar daun tebu di sawah miliknya.
“Pagi tadi saya cari ke sawah. Namun naas, ternyata bapak sudah meninggal. Tubuhnya melepuh bekas terbakar. Dia sudah tak bernyawa,” kata Safiul dengan suara berat.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian memasang police line. Hal itu untuk memudahkan proses olah TKP. Pasalnya, sejak kabar meninggalnya korban beredar, warga berduyun-duyun memadati lokasi.
“Kemungkinan karena khawatir merambat ke lahan milik tetangganya, korban berusaha memadamkannya, namun dia terjatuh yang akhirnya tubuhnya terbakar,” kata Bambang.
Usai dilakukan identifikasi oleh petugas Inafis dari Polres Jombang, jenazah korban dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan. “Korban meninggal murni kecelakaan,” pungkasnya. [suf]







