Kediri (beritajatim.com) – Pemkab Kediri melalui Bakesbangpol mengadakan audiensi dengan pengurus yayasan dan guru Madrasah Diniyyah, Tsanawiyah, Aliyah, serta Raudhatul Athfal se-Kecamatan Mojo. Kegiatan ini diselenggarakan di Madrasah Ma’arif Desa Kraton, Kecamatan Mojo.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri, Drs. Mujahid, MM. mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pembangunan wawasan kebangsaan bagi guru madrasah. Sekaligus wujud nyata sinergitas antara Pemkab Kediri dan Kantor Kemenag Kabupaten Kediri dalam rangka peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) wilayah pendidikan madrasah.

Dijelaskan kembali oleh Drs. Mujahid, beragam upaya dilaksanakan Pemkab Kediri untuk bersinergi dengan kantor Kemenag Kabupaten Kediri dalam meningkatkan IPM Kabupaten Kediri. Terkhusus dalam hal pendidikan madrasah, beliau rutin memberikan bantuan GNOTA bagi siswa tidak mampu serta bantuan rehab bangunan madrasah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-kediri”]
“Ibu Bupati bila bertemu jajaran pengajar sekolah ataupun madrasah selalu menekankan untuk tidak ada lagi angka putus sekolah. Bila ada kesulitan ekonomi bisa dilaporkan untuk difasilitasi dengan GNOTA. Dalam hal infrastruktur pendidikan, sejak empat tahun lalu bantuan untuk rehab madrasah juga rutin diberikan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Enim Hartono, menjelaskan di Kabupaten Kediri terdapat 267 Roudhatul Athfal, 245 Madrasah Ibtidaiyah, 102 Madrasah Tsanawiyah, dan 44 Madrasah Aliyah. Dimana terdapat 5800 guru dan 98 ribu siswa didik di dalamnya. [adv kominfo/nng].






