Surabaya (beritajatim.com) – Belafitria korban dugaan pelecehan seksual oleh driver ojek online akhirnya melakukan pengaduan ke Polrestabes Surabaya, Senin (12/8/2019).
Pengaduan tersebut ia lakukan lantaran merasa dilecehkan dengan tindakan supir ojek online, yaitu sang sopir mengelus paha kirinya.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menjelaskan, pengaduan dugaan kasus pelecehan tersebut masih menunggu proses.
“Saat ini sudah masuk tahap pengaduan. Pengaduan dari korban langsung yang mendatangi unit PPA,” jelasnya kepada beritajatim.com.
Akp Ruth Yuni menjelaskan, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, karena menurut pengakuan korban, ia baru sekali disentuh dan langsung loncat dari sepeda motor.
“Kita tidak bicara sekali atau berapa banyak sentuhan pencabulan. Yang penting saat ini pihak kepolisian sudah mendalami kasus yang viral di sosial media ini,” tandasnya.
Akp Ruth Yeni memaparkan, proses mendalami kasus tersebut menurut kepolisian adalah menindak ada unsur tindak kriminal pencabulan atau pelecehan seksual atau tidak.
“Jika perlu pemanggilan pelaku kepolisian akan memanggilnya. Yang pasti nama, alamat pelaku sudah diketahui,” tuturnya.
“Petugas juga sudah mendatangi pelaku di rumahnya,” pungkas AKP Ruth Yeni.
Perlu diketahui, kasus dugaan pencabulan ini sempat viral di sosial media dengan berita bahwa ada korban pelecehan seksual.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ojek-online”]
Pada akun Facebook Jemi Ndoen menulis status:
Viral di sosial media akan kasus dugaan pelecehan seksual seorang sopir ojek online
Mohon dibantu viralkan
Korban pelecehan *** bike
Kronologinya.
korban a/n belafitria
menumpang *** dari bungurasih kearah dukuh kupang
korban dibawa ke arah sumur welut
Di perjalanan korban digerayangi dan korban lgs loncat.
Korban sementara diamankan warga rusunawa sumur welut
mohon bantuan nya
Tersangka An Fa***ul fa**i
Plat nomer W 46***
Motor tersangka mio warna merah campur putih
Mohon bantuannya korban sementara diamankan warga rusun sumur welut. [man/but]
*) Penggunaan inisial pada lampiran oleh redaksi.






