Bojonegoro (beritajatim.com) – Angin puting beliung menerjang 59 desa di 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Peristiwa itu terjadi sejak Januari hingga 18 Desember 2019. Selama ini, pihaknya telah melakukan assesment untuk kerusakan rumah dan kategori kerusakan.
Sementara, kerugian akibat terjangan angin puting beliung tersebut mencapai Rp588.050.000. Jumlah itu nilainya bervariasi dari kerugian paling kecil sebesar Rp5 juta sampai Rp200 juta. \\\”Setelah ada laporan dari masing-masing Kecamatan, ada santunan untuk rumah yang rusak parah dan bantuan sembako,\\\” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia, mengatakan, selain merobohkan dan merusak bangunan, angin puting beliung juga menumbangkan beberapa pohon di jalur utama jalan provinsi maupun kabupaten.
\\\”Kerugian terbesar saat puting beliung menerjang GOR Dabonsia di Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander yang mencapai Rp200 juta,\\\” ujarnya, Senin (24/12/2018).
Diketahui, 22 kecamatan yang diterjang angin puting beliung diantaranya Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Purwosari, Sekar, Balen, Ngasem, Kedungadem, Dander, Padangan, Tambakrejo, Gondang, Baureno, Sukosewu, Kalitidu, Kepohbaru, Temayang, Gayam, Ngraho, Sugihwaras, Kanor, Bubulan, danTrucuk. [lus/ted]





