Kediri (beritajatim.com) – Mendekati Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, jumlah penumpang kereta api di Stasiun Besar Kediri, Jawa Timur mengalami peningkatan. Berdasarkan pengamatan di Posko Nataru 2018/2019, pada Minggu (23/12/2018) volume penumpang cukup tinggi.
Peningkatan jumlah penumpang ini baik yang tiba di Stasiun Besar Kediri maupun yang berangkat dari stasiun. Penumpang membanjiri stasiun kelas C, yang pelayanan angkutanya melayani kereta api reguler jarak jauh, jarak menengah, dan jarak pendek/lokal.
Data dari Stasiun Kediri, mulai 20 sampai 22 Desember 2018 (tiga hari) secara umum KAI Daop 7 ada kenaikan dengan rincian :
Pada 20 Desember 2018 volume penumpang datang di Daop 7 sebanyak 14.967 penumpang. Tanggal 21 Desember 2018 sebanyak 15.616 penumpang. Tanggal 22 Desember 2018, sebanyak 17.076 penumpang.
Data tahun sebelumnya, 20 Desember 2017 sebanyak 13.916 penumpang.
Tanggal 21 Desember 2017 sebanyak 14.459 penumpang. Tanggal 23 Desember 2017 sebanyak 15.804 penumpang.
Jika dibandingkan antara tahun 2017/ 2018 dengan tahun 2018/2019 mengalami kenaikan sebesar 8%. Kemudian untuk data penumpang berangkat dari Daop 7 menunjukan hal yang sama yaitu pada 20 Desember 2018 sebanyak 14.237 penumpang. Tanggal 21 Desember 2018 sebabyak 14.294 penumpang. Tanggal 22 Desember 2018 sebanyak 15.483 pejumpang.
Namun pada tahun sebelumnya pada tanggal 20 Desember 2017 sebanyak 13.964 penumpang. Tanggal 21 Desember 2017 sebanyak 14.086 penumpang. Tanggal 22 Desember 2017 sebanyak 14.683 penumpang. Sehingga ada kenaikan 4% jika disandingkan dengan data tahun 2017/2018.
Selama tiga hari ini mulai 20 sd 22 Desember 2018, volume penumpang tertinggi di wilayah Daop 7 atau di 23 Stasiun online yang melayani naik turun penumpang ranking tertingginya pada 22 Desember 2018 adalah Stasiun Madiun dengan volume penumpang naik/berangkat sebanyak 2.794, penumpang turun/datang sebanyak 3.346.
Selanjutnya peringkat ke dua Stasiun Besar Kediri dengan volume penumpang naik/berangkat sebesar 2.318, dan untuk volume penumpang turun/datang sebanyak 2.126.
Dari pantauan data Rail Ticket Systim (RTS) kami untuk pantauan data penjualan tiket menunjukan untuk KA Brantas Reguler, Kahuripan Reguler, dan Brantas tambahan sudah habis terjual mulai 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019.
Sedangkan untuk KA Singasari tiket sudah habis di 23 sampai 26 Desember 2018 dan 30 Desember 2018 sampai 3 Januari 2019, dan masih tersedia tempat duduknya pada 27 sampai 29 Desember 2018, dan 4 sampai 6 Januari 2019.
Terkait delapan titik rawan di wilayah Daop 7 Madiun yang telah di petakan yaitu antara Wilangan – Saradan ada dua titik, antara Geneng-Paron dua titik, antara Madiun- Barat satu titik, antara Barat – Geneng satu titik, antara Baron-Sukomoro satu titik, dan antara Blitar-Garum satu titik.
\\\”Alhamdulillah sampai saat ini aman dan lancar, namun tetep penjagaan dilakukan secara intensif, dengan didukung para tenaga extra, dan Alat Material Untuk Siaga yg telah di siapkan di sembilan Stasiun besar (Madiun, Nganjuk, Jombang, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Blitar, Walikukun dan Caruban), yang siap sewaktu-waktu dibutuhkan,\\\” kata Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Minggu (23/12/2018). (nng/kun)





