Mojokerto (beritajatim.com) – Penumpang di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto meninggal saat liburan Natal dan tahun baru yang bertepatan dengan liburan sekolah. Unit Pelaksana Teknis Lalu-lintas Angkutan Jalan (UPT LLAJ) Mojokerto Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) mencatat, ada peningkatan sebanyak 2000 penumpang dalam sehari.
Kasi Pengawasan dan Pengendalian Angkutan Jalan, UPT LLAJ Mojokerto, Dishub Jatim, Yoyok Kristyowahono mengatakan, penumpang di terminal kelas B tersebut terus terjadi peningkatan. \\\”Sejak empat hari terakhir hampir ada peningkatan sampai 1000-2000 penumpang setiap harinya,\\\” ungkapnya, Minggu (23/12/2018).
Selain libur Natal dan tahun baru, lanjut Yoyok, juga berbarengan dengan libur sekolah sehingga penumpang mengalami peningkatan. Meski begitu, hingga detik ini peningkatan tak terlalu signifikan seperti liburan lebaran Idul Fitri. Karena peningkatan yang terjadi kali ini dinilai masih cenderung stabil.
\\\”Ada tapi tak lebih sampai 20 persen. Masih ambang batas normal. Tiga hari terakhir ini, tercatat peningkatan secara bertahap. Dari sebelumnya, ada 23.478 penumpang yang datang dan berangkat, di hari berikutnya tercatat ada 24.225 penumpaang dengan bus yang beroperasi mencapai 796 unit. Kamis kemarin, dari jumlah bus 771 unit, penumpang yang datang dan berangkat tercatat mencpaai 26.890 orang,\\\” ujarnya.
Dari angka tersebut, tegas Yoyok, membuktikan jika setiap harinya ada peningkatan penumpang yang cenderung bertahap. Sebagai upaya pengamanan DLLAJ juga membuat pos bersifat dinamis. Diantaranya, Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Sendi, Kecamatan Pacet dan Simpang Lima Kenanten, Kecamatan Puri, kabupaten Mojokerto.[tin/kun]





