Surabaya (beritajatim.com) – Polri pekan ini mulai menggali keterangan dari sejumlah pihak untuk memetakan pengaturan skor yang diduga marak terjadi pada persepakbolaan Indonesia.
Namun langkah kepolisian disebut akan sia-sia jika PSSI tidak benar-benar berniat membuka kejahatan olahraga yang terjadi.
Sebagai federasi yang memayungi seluruh aktivitas persepakbolaan Indonesia, PSSI semestinya telah menemukan berbagai indikasi pengaturan skor.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut penyelidikan mafia sepakbola akan sangat bergantung pada data PSSI.
\\\”Leading sector di sini PSSI, mereka yang tahu persis tentang mekanisme dan bagaimana mafia itu bermain.\\\”
\\\”PSSI saya rasa sudah tahu, sudah membuat profil dan pemetaan klub-klub mana yang dijadikan sasaran (pengaturan skor),\\\” kata Dedi.
Namun sejak isu pengaturan skor kembali mencuat ke publik sejak November lalu, PSSI dinilai belum benar-benar transparan.
Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia, Ignatius Indro, mengaku heran karena PSSI tak kunjung mengungkap data mafia pertandingan meski Hidayat, anggota komite eksekutif, terbukti mengatur hasil laga di Liga 2 Indonesia.
\\\”Saya belum lihat kemauan PSSI membuka semua kasus pengaturan skor. Kalau tidak ada niat membuka, tentu polisi akan sulit menyelidiki.\\\”
\\\”PSSI malah terkesan menutup yang terjadi,\\\” kata Indro.
Awal Desember lalu, Komisi Disiplin PSSI menyatakan Komite Eksekutif PSSI Hidayat terbukti pernah menawarkan sejumlah uang kepada Madura FC agar bermain mata saat melawan PSS Sleman di Liga 2.
Hidayat lantas didenda Rp150 juta. Ia tidak boleh masuk stadion hingga 2021 dan dilarang beraktivitas di persepakbolaan selama tiga tahun ke depan.
PSSI tidak menginvestigasi Hidayat secara internal, sebelum kasus itu terkuak dalam gelar wicara televisi, Mata Najwa.
\\\”Kalau mau memperbaiki sepak bola, PSSI harus membuka semua masalah yang ada,\\\” ujar Indro.
Saat dikonfirmasi, PSSI membantah keraguan publik soal niat mereka memberantas mafia sepak bola. Dalam waktu dekat mereka berencana menjatuhkan sanksi kepada klub dan sejumlah pemain yang terlibat pengaturan skor.
\\\”Kami serius. Kami sudah punya komitmen. Kami juga akhirnya bisa menindak Pak hidayat kan? Dia komite eksekutif, itu bukti keseriusan kami,\\\” kata Direktur Media dan Promosi PSSI, Gatot Widakdo.
Gatot mengatakan, Januari nanti PSSI akan membentuk komite ad hoc yang secara khusus akan mengumpulkan data dugaan pengaturan skor. Tim itu diwacanakan bekerja secara paralel dengan penyelidik Polri.
\\\”Nanti kami tentukan, apa tugasnya, kewenangannya dan bagaimana target waktu kerjanya. Akan kami bahas, konsultasikan ke FIFA, baru habis itu jalan,\\\” ucapnya. [but]
Sumber: BBC





