Kediri (beritajatim.com)–Ribuan ekor ikan pembersih kaca mati di Sungai Kresek, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri. Belum diketahui penyebab kematian massal ikan yang biasa disebut dengan ikan sapu-sapu ini. Ada dugaan karena keracunan.
Zakaria, warga setempat, mengungkapkan, fenomena ikan sapu-sapu mati massal ini terjadi untuk kedua kalinya. Seminggu sebelumnya, peristiwa serupa terjadi. Masyarakat sekitar baru mengetahui setelah mencium aroma tidak sedap dari bangkai ikan.
\\\”Kami tidak tahu penyebab kematian ribuan ikan ini. Kemungkinan akibat terkena limbah. Kejadian ini yang kedua kalinya. Sebab, seminggu sebelumnya juga terjadi demikian,” kata Zakaria sambil memegangi hidungnya karena aroma busuk bangkai ikan.
Masyarakat sekitar sebatas mencurigai kematian massal pada ikan pembersih kaca karena mengkonsumsi zat mematikan yang terkandung dalam air. Mereka meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) setempat segera mengevakuasi bangkai ikan.
Sungai Kresek mengalir dari wilayah Kabupaten Kediri menuju ke Sungai Brantas. Sungai ini melintasi wilayah perkotaan. Karena banyak ikan air tawar yang berkembang biak di sungai ini, maka warga sekitar biasanya memancing pada sore hari.
Andik, warga lainnya, mengaku, kematian massal ikan sapu-sapu bukan akibat dari racun yang ditaburkan pencari ikan. Sebab, ikan kecil jenis lainnya masih hidup. “Kenapa yang mati cuma ikan sapu-sapu. Tidak mungkin karena diracun dengan potas,” bebernya.
Sementara itu, apparat gabungan dari Satpol PP Kota Kediri, Kepolisian dan TNI datang ke lokasi. Petugas berusaha mengevakuasi bangkai ikan yang mengakibatkan aroma tidak sedap. [nng/air]





