Jember (beritajatim.com) – Mayoritas penderita tuberkulosis (TBC) belum terdeteksi. Padahal penyakit ini sangat menular.
\\r\\n
Kepala Seksi Upaya Kesehatan Masyaralkat dan Litbang Rumah Sakit Paru Jember dr. Sigit Kusuma mengatakan, berdasarkan angka prediksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di Kabupaten Jember, Jawa Timur, ada sekitar delapan ribu penderita TBC. Namun yang diketahui baru 3.500 orang saja.
\\r\\n
\\\”Angka tersebut sudah cukup bagus, karena tingkat nasional saja hanya berada pada angka 33 persen yang sudah dinyatakan positif TBC. Masih ada 60 persen lebih penderita yang belum terdeteksi,\\\” kata Sigit, sebagaimana dilansir Humas Universitas Jember.
\\r\\n
Keengganan masyarakat memeriksakan diri membuat penyakit ini tak terdeteksi. Saat mengalami batuk hingga lebih dua pekan, mereka hanya minum obat batuk biasa. \\\”Padahal batuk yang lebih dari 2 minggu itu sudah bisa diindikasikan sebagai TBC,\\\” kata Sigit.
\\r\\n
Penderita TBC yang belum diketahui dapat menjadi sumber penular bagi masyarakat. Satu orang bisa menulari 10-15 orang. Sigit meminta agar masyarakat memeriksakan diri. \\\”Jika positif TBC makan akan dilakukan pengobatan secara gratis sampai sembuh,\\\” katanya. [wir]





