Sidoarjo (beritajatim.com) – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menggelar lomba mendongeng khusus guru tingkat Provinsi Jawa Timur, Minggu (16/12/2018). Sebanyak 34 peserta dari berbagai kabupaten dan kota beradu kreativitas dalam lomba yang mengambil tema kearifan lokal ini.
Endah Ambaina dari MI Muhammadiyah 1 Probolinggo berhasil meraih juara pertama. Dalam lomba ini, Endah membawakan dongeng berjudul ‘Asal Usul Tengger’. Dengan diiringi musik gamelan Jawa, penampilan Endah memang cukup memukau.
Kisah Joko Seger dan Rara Anteng dikisahkan dengan intonasi suara yang variatif. Kadang lembut, kadang menghentak keras, kadang datar, dan kadang dibumbui oleh tembang. Pergerakan tubuh Endah juga cukup efektif dalam mendukung kisah.
Membawakan kisah tokoh Sawung Galing, guru SMA Muhammadiyah 2 Surabaya bernama Darwis Okta menduduki peringkat kedua. Guru yang pintar memainkan ritme suara ini cukup brilian dalam menuturkan runtutan cerita. Dia juga atraktif beradegan sehingga cerita menjadi lebih hidup.
Adapun juara tiga diraih oleh Fanana Firdausi, guru SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Fanana membawakan cerita Cindelaras secara lugas. Tidak banyak atraksi panggung yang dia suguhkan. Namun begitu, Fanana tampak sangat menghayati cerita. Sehingga audien menjadi turut hanyut. Justru kesederhanaan itulah yang membuat juri memberi nilai lebih padanya.
Selain tiga pemenang, panitia memberikan penghargaan kepada 7 peserta favorit. Mereka terdiri dari Irma Sonya Suryana (SD Muhammadiyah 2 GKB), Imroatus Saadah (SD Muhammadiyah 2 GKB), Hariyati (SMP Muhammadiyah 12 Paciran), Yuni Kartikasari (SD Muhammadiyah 1 Bangkalan), Abdullah Makhrus (SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo), Siti Amina (SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo), dan Yuni Agung Kurniasih (SD Muhammadiyah Ponorogo.
“Para guru ternyata berbakat besar dalam mendongeng. Mungkin karena terbiasa bercerita di dalam kelas. Namun dalam aspek artistik, mereka masih perlu dipoles lagi. Kadang kala, mereka tampak belum bisa membedakan antara mendongeng,monolog, atau membaca berita. Meski begitu, secara umum, penampilan para guru ini sangat mengagumkan,” ujar Zaenuri, sutradara Bengkel Muda Surabaya (BMS) yang menjadi salah satu juri lomba. [but]





