Gresik (beritajatim.com) – Kontrak kontraktor Kerjasama (KKKS) PT Saka Energi Indonesia berkomitmen melakukan eksplorasi minyak dan gas (Migas). Sebagai anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)
Saka Energi Indonesia terus menunjukkan kiprah positifnya di tengah gairah eksplorasi migas yang belakangan ini menurun.
Memasuki tahun ketujuh berdirinya, Saka Energi Indonesia menorehkan kinerja yang cukup membanggakan dengan penuh semangat melakukan pengeboran eksplorasi lanjutan di blok South Sesulu, dan blok Pangkah.
Vice President Goverment External Relation PT Saka Indonesia Purwanto Nugroho mengatakan, sebagai operator 5 wilayah kerja Migas di Indonesia, 4 diantaranya adalah blok eksplorasi, PGN SAKA berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan eksplorasi meskipun industri migas nasional masih belum pulih dari kelesuan dan harga minyak yang masif tetap menunjukan tren yang fluktuatif di tahun 2018.
\\\”Sesuai dengan program Kerja 2018 yang telah disetujui oleh pemerintah melalui SKK Migas. Saka Energi Indonesia melakukan kegiatan pengeboran sumur eksplorasi di Wilayah Kerja Eksplorasi South Sesulu dan Wilayah Kerja Produksi Pangkah dan telah menyelesaikan kegiatan pengeboran 2 sumur eksplorasi dengan menggunakan 2 Rig Jack-Up dalam waktu yang bersamaan di 2 wilayah kerja yang berbeda.
Tambakboyo 2 (TKBY-2),\\\” katanya, Jumat (14/12/2018).
Purwanto menjelaskan, selain melakukan eksplorasi diatas. Saka Energi Indonesia mengeksplorasi di wilayah kerja Pangkah, lepas pantai utara Jawa Timur telah berhasil menemukan keberadaan minyak bumi dengan perkiraan perhitungan cadangan yang sangat memuaskan.
\\\”Berdasakan hasil Uji Kandung Lapisan (UKL) yang dilakukan dan disusul oleh kegiatan Eksplorasi West SIS-A#1 yang merupakan bagian dari sumur komitmen kerja dan strategi eksplorasi di wilayah kerja South Sesulu,\\\” ujarnya.
Saat ini, Saka Energi Indonesia memiliki sepuluh (10) aset yang terletak di Indonesia dan satu (1) blok shale gas di Amerika Serikat, lima (5) aset tersebut dioperasikan secara penuh oleh SAKA dengan kepemilikan sebesar 100 persen. Aset tersebut yaitu Pangkah PSC, South Sesulu, Wokam II PSC, Pekawai Block dan West Yamdena Blok. Komposisi produksi minyak dan gas SAKA masing-masing sebesar 30 persen dan 70 persen. [dny/ted]





